Ada Peningkatan, Perumda Aman Mandiri Kirim Kopra 180 Ton ke Surabaya

oleh -1347 Dilihat
oleh

TIDORE KEPULAUAN – Perusahan Milik Daerah (Perumda) Aman Mandiri kembali melakukan pengiriman kopra asap ke Surabaya melalui tol laut dengan KM Logistik Nusantara II sebanyak 180 ton. Hal itu disampaikan Direktur Jasa dan Produksi Perumda Aman Mandiri, Irwan Umar kepada sejumlah awak media di kantor Perumda Aman Mandiri kompleks pasar Sarimalaha Soasio Tidore, Sabtu (10/11).

Dijelaskannya, bahwa pengiriman kopra asap sebanyak 180 ton tersebut, mengalami peningkatan dari sebelumnya yang hanya 101 ton. Hal itu kata Irwan, berkat adannya kerja sama salah satu pengusaha di Bobo kecamatan Tidore Utara dengan Perumda Aman Mandiri.

“Kali ini diangka 180 ton, kami punya 12 ton dan kebetulan ada masyarakat dalam hal ini pengusaha di Bobo kerja sama dengan torang (kami-red) jadi tambahan 3 kontener. Jadi total keseluruhannya 15 kontener atau 180 ton kopra asap,” katanya.

Dijelaskan juga, bahwa pengiriman kopra agak terlambat karena terkendala cuaca, sehingga kopra tidak boleh basah sebab dapat menurunkan kualitas kopra.

“Kalau kemarin ada fakum satu bulan karena kendala cuaca. Kopra harus tidak boleh basah karena kualitas harus kase kering bae-bae dulu baru tong kirim kalao. Supaya jang sampe tiba di lao (Surabaya-red) Ibaratnya tong ada biaya-biaya tambahan. Bilamana dong belum beli otomatis dari kontener ke pelabuhan, dong kase badiam di gudang maka akan tatahan,” tuturnya.

Ditanya soal harga kopra asap di Surabaya, kata Irwan, mengalami sedikit penurunan dari harga biasanya yakni dari Rp 6500 menjadi Rp 6000.

“Harga kopra untuk kali ini dia agak turun, di Surabaya dia Rp 6000 kemarin itu Rp 6500 sudah turun Rp 500. Kalau untuk sekarang torang beli paling tinggi Rp 4500 dan paling rendah atau harian itu Rp 3500 sampai Rp 3700. Kalau yang sudah kering betul di gudang itu Rp 4500,” jelas Irwan.

Sementara itu, terkait dengan pengiriman barang ke Surabaya oleh Perumda Aman Mandiri yang hanya mengirimkan kopra asap dan belum mengirimkan hasil bumi lainnya, kata Irwan, karena hasil bumi lainnya belum memenuhi target pengiriman.

“Yang dikirm ini kopra asap saja dan untuk pengiriman lain belum ada cumin kopra. Rencana kemarin dengan pala cuman tar memenuhi dia pe kuota . Jadi untuk sementara ini pasokan pala dari petani pala belum terlalu banyak yang ada disana sekitar 7 ton, makanya yang kita fokus itu kopra. Namun di tahun berikut kita rencanakan semua hasil bemu berupa pala dan cengkih diusahakan,” pungkasnya. (Red)

No More Posts Available.

No more pages to load.