
SBB – Sekitar seratusan anak berasal dari Desa Gemba, Waimital, Kairatu dan sekitarnya terlihat senang dan gembira, keceriaan terpancar dari wajah mereka, setelah menerima penanganan Trauma Healing dari tim SSDM Mabes Polri dan Bidang SDM Polda Maluku yang digelar di lapangan upacara, tepatnya di Markas Komando Latihan Tempur (Dodiklapur) Kodam XV Pattimura pada, Kamis, (17/10/2019).
Kumpulan anak-anak tersebut membentuk lingkaran besar yang ditengahnya terdapat beberapa personil Polisi dan Polwan memberikan intruksi gerakan-gerakan senam yang harus diikuti oleh mereka,.
Gerakan tersebut harus dilakukan dengan serius dan penuh semangat, terkadang para instruktur meminta anak-anak tersebut mengulangi gerakan karena dilakukan dengan tidak bersemangat.
“Kurang semangat-kurang semangat, kalau bisa yang terakhir dilakukan lompat sambil berteriak semangat,” kata istruktur senam melalui mikrofonnya.
Lewat gerakan yang dipandu para instruktur itu, anak-anak yang sebagian besar mengenakan seragam sekolah itu, dapat sejenak melupakan trauma akibat gempa 6,5 yang melanda Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah dan Kabupaten Seram Bagian Barat pada Kamis, (26/10/2019) lalu.
Menurut pengakuan salah satu anak yang ditemui usai kegiatan itu, Fidel Pentury (11), berterimakasih kepada Tim Mabes Polri karena sudah memberikan sosialisasi Trauma Healing kepada Mereka. “Rasa trauma kami menjadi hilang dan kami menjadi lega, materi-materi yang diberikan oleh Tim Polisi itu bisa menghilangkan rasa trauma gempa tanggal 26 kemarin,” cetusnya.
Bahkan Fidel menginginkan sosialisasi Trauma Healing juga diberikan buat anak-anak pegungsi di lokasi lainnya di Kabupaten SBB. “Katong harapkan di tempat-tempat lain lagi di desa terpencil, teman-teman kami bisa dilayani lagi agar trauma bisa hilang,” ungkap siswa SDN 2 Kairatu tersebut.
Kepala Biro SSDM dan Psikologi Markas Besar Polri, Brigadir Jenderal Polisi Yudawan saat ditemui di sela-sela kegiatan menyatakan, pihaknya selama seminggu mulai dari Senin, tanggal 14 hingga Kamis, tanggal 17 dalam rangka melaksanakan konseling dan trauma healing.
Menurut Jenderal berbintang satu itu, masyarakat Maluku yang baru saja dilanda bencana gempa bumi tentunya menimbulkan dampak secara psikis, yakni semangat menjadi menurun emosi naik karena itu pihaknya mencoba untuk menetralisir dan membangkitkan semangat kembali.
“Dengan cara-cara yang kami latihkan tadi, cara Trauma Healing dan konseling, kalau ada yang mau konseling secara khusus nanti kita lakukan disini. Karena saya bersama Karo SDM Polda Maluku sehingga kalau ada yang butuhkan layanan konseling bisa dikomunikasikan dengan beliau,” tuturnya.
Menurut Yudawan,hal yang utama dilakukan Biro SSDM Mabes Polri adalah, menegok pengungsi di Maluku sehingga bisa berempati dan lewat simpati itu bisa bersama-sama berbuat sesuatu untuk masyarakat Maluku. selain itu juga untuk menjalin tali silhaturahmi.
Terkait latihan Trauma Healing, Kabiro SSDM Mabes Polri ini mengatakan, kalau dilihat sepintas, permainan yang disampaikan para instruktur adalah permainan biasa, tetapi sebenarnya itu adalah olah otak dan olah stres tetapi karena audiensnya anak sehingga tidak bisa diterangkan lebih jelas.
“gerakan-gerakan itu ada maknanya, sehingga mungkin itulah teori yang bisa kita laksanakan dalam trauma healing ini,” imbuhnya.
Yudawan mengharapkan, setelah gempa mereda, semangat dan kepercayaan diri masyarakat harus bangkit, sehingga para pengungsi bisa kembali ke rumahnya masing-masing dan beraktifitas seperti biasa. “Mudah-mudahan kita bisa berdoa kepada Alah SWT, selesai gempa tidak berkelanjutan lagi, kita bisa beraktifitas seperti biasa,” ujarnya.
Sementara menanggapi kunjungan Tim Biro SSDM Mabes Polri dan Bidang SDM Polda Maluku, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumberdaya Manusia, Pemerintah Kabupaten SBB Adjait menyatakan, atas nama Pemda dan seluruh Masyarakat SBB yang berada di Kecamatan Kairatu mengapresiasi kunjungan Tim Mabes Polri maupun Polda Maluku yang telah memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak gempa.
“Mudah-mudahan apa yang diberikan sesuai dengan yang dibutuhkan,” tandasnya.
Menurut Adjait, Trauma Healing yang diberikan oleh Tim dari Mabes Polri maupun Polda Maluku, sangat tepat sasaran, pasalnya selain para instruktur telah memiliki keahlian di bidang tersebut, mereka juga sudah dapat memulihkan rasa trauma.
“Dengan adanya trik-trik yang mereka berikan kepada anak-anak, saya lihat merasa bahagia dan bangga menyambut kehadiran bapak-bapak (Rombongan Mabes Polri dan Polda Maluku) disini, anak itu merasa puas dan hilang dari perasaan-perasaan trauma,” jelasnya.
Selain memberikan layanan Trauma Healing dan Konseling, Tim Biro SSDM Mabes Polri juga memberikan bantuan bagi anak-anak pengungsi Kecamatan Kairatu yang mengungsi di Markas Dodiklapur, Gemba, Kecamatan Kairatu.
Dari Informasi yang dihimpun, Personel Biro SSDM Mabes Polri maupun Bidang SDM Polda Maluku yang terlibat dalam kegiatan ini adalah: Biro Psikologi SSDM POLRI terdiri dari KBP Hary Prasetya (Kabaglabpsi Ropsi SSDM Polri), Ajun Komisaris Besar Polisi Salma Patty, (Kasubbagpsiyanmas Bagpsipol Ropsi SSDM Polri), Ajun Komisaris Polisi Sri Budhi Setyaningsih, (Kaurtu Ropsi SSDM Polri), Ajun Komisaris Polisi Dwi Chrismawan, (Paur Subbagpsiynmas Bagpsipol Ropsi SSDM Polri), Ajun Komisaris Polisi Muhtar Efendi, Psikolog (Paur Subbagbangmattes Baglabpsi Ropsi SSDM Polri), Inspektur Dua Polisi Kurnia Boby Safarov Hasibuan, (Pamin Bagpsipol Ropsi SSDM Polri),
Sementara Pelaksana dari Bagspi Biro SDM Polda Maluku, Ajun Komisaris Besar Polisi Sudartomo, (Kabagpsi Biro SDM Polda Maluku), Ajun Komisaris Polisi Thukul Dwi Handayani, Psikolog (Kasubbagpsipol Bagpsi Biro SDM Polda Maluku), Ajun Komisaris Polisi Sujito (Kasubbagpsipers Bagpsi Biro SDM Polda Maluku), Inspektur Dua Polisi Alfred Hadapan, Inspektur Dua Polisi I Wayan Putra Radityawan, Inspektur Dua Polisi Marsel Usmany, Brigadir Polisi Kepala Charles Langitan, Brigadir Polisi Satu Kresna Rohmawan, dan Brigadir Polisi Satu Andi Imron.
Reporter: Nicko Kastanja