BKM dan Majelis Ta’lim Al -Muhajirin Desa Galala Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW

oleh -1368 Dilihat
oleh

SOFIFI – Memperingati Hari besar maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H, BKM dan Majelis Ta’lim Al-Muhajirin Desa Galala melaksanakannya dengan menggunakan kolaborasi dari Sulawesi yakni (Bugis, Makassar, Buton, Sangir, Gorontalo) yang berlangsung di masjid Al-Muhajirin, Desa Galala, Kota Tidore Kepulauan, Kamis, 10 November 2019.

Ketua panitia Muh. Saleh Latif, Ketika dikonfirmasi mengatakan, upaya memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang kami laksanakan hari ini merupakan perpaduan Tradisi di Masjid Al-Muhajirin, atau disebut dengan “Maudu Baku” atau “Maudu Bayao”. Maka setiap perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. “Maudu” adalah bahasa Makassar, diambil dari kata “Maulid”. Sedang “Baku” adalah “Bakul” yang berasal dari ember, fungsi baku sudah digantikan oleh ember plastik.

Lanjutnya, yang terdiri dari berbagai macam makanan dan lauk-pauk. Antara lain kaddo’ minynya atau ketan kuning, ikan bandeng parape, ayam goreng, sambal goreng, nasi setengah matang (pamatara), mie goreng, juku kambu (ikan sudah dibumbui), juku tunu (ikan bakar dicabe’in), acar kuning, tumpi-tumpi (ikan dibumbui berbentuk segi tiga), telur warna-warni di dalam maupun di luar ember tadi,”ucapnya.

Bahkan kata dia, ada juga yang memasukkan amplop berisi uang. Maka saat baku atau ember ini dibuka isinya, jadi rebutan bagi anggota keluarga. Terutama saat menemukan uang tadi.

Tak hanya itu, ada juga baku yang di luarnya masih dihiasi oleh telur warna-warni, tengah telur ini ditusuk kayu seperti bentuk sate, lengkap dengan hiasan kembang dan mode baju boneka dari bahan kertas minyak.

Dikatakannya, di ujung tusukan telur ini, biasanya juga terdapat lembaran uang lembaran kertas.

“Dari perlengkapan tersebut kemudian di bawa ke masjid, diatur dan dikoordinir oleh panita di masjid tersebut,” jelasnya.

“Selesai prosesi maulid, yang biasanya dilakukan yaitu dengan pembacaan dzikir, dan selanjutnya semua bakul tadi dibagikan sesuai nomor/nama namun sebelumnya dipertukarkan. Sehingga jika dilihat mirip acara tukar kado, atau cross kado.

Menurutnya, Kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad ini dilaksanakan dengan gaya Sulawesi dengan menjunjung nilai-nilai adat budaya Maluku Utara, sSelalin itu, tradisi yang masih dilestarikan masyarakat pendatang setempat sampai sekarang ini akan terus dilaksanakan setiap memperingati maulid Nabi,”terangnya.

Selain itu, juga ketua panitia mengajak kepada para tamu/undangan untuk memohon doa restu pembangunan masjid Al-Muhajirin yang sementara ini dalam tahap renovasi pembangunan tingkat, menuju masjid ramah anak,”ajaknya.

Kata dia, perayaan maulid kali ini kita mengambil tema “Kita Teladani Nabi Muhammad Saw Dijadikan Sebagai Pola Hidup Ummat dalam hubungan hablun minallah dan hablun minallah.

Sementara, Ust.Musa Waraiya, S.Pt, selaku pembawa hikmah mengajak pada tamu undangan untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah dan menjadikan nabi muhammad sebagai pengarah pola kehidupan dalam kehidupan sehari-hari bagi kaum muslimin dan muslimah. (MS)

No More Posts Available.

No more pages to load.