Oknum Dokter di Halsel Ditetapkan Sebagai Tersangka

HALSEL – Seorang oknum Dokter berinisial (PA) telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), atas kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada, Rabu 24 Desember 2019 akhir tahun sekitar pukul 07.15 WIT.

“Sejauh ini sudah dalam tahap proses penyelidikan, dengan pemeriksaan 4 orang saksi diantaranya 1 orang saksi yang melihat kronologi tersebut, kemudian yang menolong dua orang saksi, dan 1 orang saksi dari dokter,” Kasat Lantas, IPTU Zaeni Aji Bakhtiar, S.I.K, melalui Kanit Laka Sat Lantas Polres Halsel, Bripka Rhandy Suryatama ketika ditemui tvonlinrtidore.net, Senin, (06/01/2020).

“Tanggal 30 Desember tahun kemarin, kami sudah mengirim SPDP di Kejaksaan terkait penetapan tersangka dan itu kita sudah lakukan. Ia, PA sudah ditetapkan sebagai tersangka selanjutnya akan dilakukan agenda pemeriksaan yang nantinya akan direncanakan pada Rabu besok,” katanya menambahkan.

Dikatakan juga, sejaka kejadian telah ada kesepakatan perdamaian antara pelaku dan keluarga korban dan itu sudah ada surat pernyataan kedua belak pihak, tapi proses hukum tetap berjalan karna telah melanggar UU Lalulintas dan angkutan jalan pasal 310 ayat 4, yang disebutkan bahwa, setiap kecelakaan karena kelalaiannya yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia, ancaman hukumannya 6 tahun penjara dan denda maksimal 12 juta.

“Sejauh ini, pelaku belum dilakukan penahanan. Sebab kita masih dalami saksi mata, nanti hari Rabu baru akan dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka setelah selesai pemeriksaan tersangka nanti keputusan ada pada pimpinan, apakah melakukan penahanan atau tidak berdasarkan pertimbangan-pertimbangan subjektif,“ ujarnya.

Dijelaskan, kronologis kejadian berdasarkan hasil pemeriksaan dari saksi, bahwa mobil mini bus merk Honda Mobilio warna putih dengan nomor polisi DD 1005 RL melaju dari arah Desa Babang menuju Labuha dengan kecepatan tinggi. sampai di tikungan Desa Wayamiga depan Kios Ibu Darmawati yang berdekatan dengan Kompi A Yonif Raider Khusus 732 Banau.

“Karena mobil minibus tersebut terlalu mengambil jalan ke kanan dan pada waktu bersamaan dari arah Desa Labuha menuju Desa Babang muncul sepeda motor merek Yamaha Mio Sporty warna hitam kemudian pengemudi mobil minibus kaget sehingga membelokan stir ke kanan dan langsung menabrak sepeda motor merk Yamaha Mio dan menyeret sepeda motor tersebut kebelakang dan untuk mobil minibus karena kecepatan terlalu tinggi sehingga mobil terputar dan keadaan terakhir mobil tersebut menghadap ke arah Desa Babang atau menghadap kembali ke arah timur,” pungkasnya.

Tambahnya, akibat kecelakaan tersebut, pengendara sepeda motor merk Yamaha Mio sporty, mengalami luka lecet di bagian badan kaki dan tangan, luka di kepala sehingga meninggal dunia di TKP, sedangkan penumpang yang di boncengan mengalami luka robek di kepala, patah kaki, patah leher, dan ditanggal 25 Desember 2019 meninggal dunia di RSUD Labuha, sedangkan pengemudi mobil tidak mengalami apa-apa.

“Untuk di ketahui kedua korban yang meninggal berasal dari Desa Pelita Kecamatan Mandioli Utara berjenis kelamin Laki-laki, keduanya berumur 20 tahun, sudah lulus SMA keduanya juga belum menikah,“ tutupnya. (Jul)

527 View



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *