Bahrain Kasuba Lantik Empat Pimpinan Baznas masa bakti 2019-2024

HALSEL – Empat orang pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) masa bakti 2019-2024 secar resmi dilantik dan dikukuhka oleh Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Bharain Kasuba, pada Rabu, (26/2/20) yang berlangsung di aula Pemerintah kabupaten Halsel.

 

Empat pimpinan Baznas yang baru dilantik diketuai oleh, Jufri Lamoro S.Ag. M. Diman kader SH, Ir Tufail Iskandar Alam, dan Haryati. Kasubag Tata Usaha, Kemenag Halsel, Juhari S. Tawary, S. Ag, M. Pd.I, ketika membacakan surat keputusan (SK), dan juga dihadiri oleh, Sekertaris Daerah Halsel, Helmi Surya Botuitehe, SE,. Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Halsel, ketua MUI Halsel, Kapolres Halsel, Dandim Kodim Halse, dan Camat se- kabupaten Halsel.

 

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Halmahera selatan, kami menyampaikan ucapan selamat atas di lantikanya Pengurus Baznas Kabupaten Halmahera Selatan hari ini, “kata Bahrain Kasuba dalam sambutannya.

 

Dikatakanya, hal ini sangat startegis bagi pembangunan umat Islam, katena hari ini telah dilantikanya ketua Badan Amil Zakat Kabupaten Halsel. “Semoga melalui kegiatan pelantikan ini kita dapat lebih mempererat tali silahturahmi dan mengukuhkan persaudaraan antara kita, serta melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan penuh amanah, “ujar orang nomor satu ini sembari berharap.

 

Dengan adanya Badan Amil Zakat bisa membantu Pemerintah Daerah untuk mewujudkan kesejataraan masyarakat Halsel, sekaligus penanggualangan kemiskinan di Maluku utara lebih khususnya Kabupaten Halsel. “Mudamudahan dalam pelantikan ini kita dapat menyerahkan diri kita kepada Allah SWT.

 

Semetara, Kepala Kantor Agama Kabupaten Halmahera Selatan, H. Lasengka Ladadu, M.Pd.i, berharap agar pimpinan dan pengurus yang baru saja di lantik hari ini agar terus mensosialisasiakan tentang zakat. “Tugas bapak/ibu sekalian adalah merubah cara berpikir dan pola pikir masyarakat dari menerima zakat ke pemberi zakat.

 

Apalagi kata Lasengka, selama ini zakat sering dirasakan sebagai kewajiban, yang membebani umat muslim, bukan sebagai kebutuhan. padahal makna zakat bukan hanya membersihkan tapi menumbuhkembangkan.”katanya.

 

Terpisah, Kepala Baznas Provinsi Malut, Drs, M. Djae, juga mengatakan, secera subtansional persoalan zakat itu suda tuntas karna ini perintah rukun sebagaimana halnya, menegakan sebuah kewajiban prosudural tentunya diamika opini yang sangat Variatif,“jelasnya.

 

“Saat ini negara telah hadir dengan melahairkan udang-undang yakni UU. No 23/2011 tentang pengelolaan Zakat UU tersebut telah ditindak lanjuti dengan PP No 14/2014 selanjutnya dengan instruksi presiden No 3/2014 tentang optimalisasi pengumpupan zakat yang di tujukan kepada para mentri jaksa agung panglima TNI Kapolri para pimpinan lembaga pemerintah nonpemerintahan non kementrian para sekertaris jendral lembaga negara para sekitarnya. (Jul)

107 View



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *