Gubernur Malut Ajak OPD, BUMN/BUMD, Swasta dan Masyarat Beli Produk Lokal UMKM Malut

Dokumen surat Edara Gubernur Malut

SOFIFI – Menurunya pendapatan pelaku usaha Koperasi dan UMKM di Provinsi Maluku Utara (Malut) membuat Gubernur Malut, Abdul Ghani Kasuba menaruh perhatian atas dampak yang dihadapi semua pelaku usaha UMKM di Malut.

Melalui surat edaran Gubernur Malut Nomor : 500/1400/G tentang Himbauan Pembelian dan Penggunaan Produk Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah di wilayah  Provinsi Maluku Utara yang diterbitkan di Sofifi pada tanggal
20 bulan Juli 2020 lalu.

Keputusan tersebut dikeluarkan  Gubernur Malut KH. Abdul Gani Kasuba ini, karena melihat dampak Covid-19 yang berimbas pada lesunya sendi-sendi perekonomian dan menurunnya pendapatan pelaku usaha Koperasi dan UMKM di Malut.

Olehnya itu, perlu adanya dukungan nyata dan mendorong meningkatnya konsumsi masyarakat terhadap produk-produk Koperasi dan UMKM serta pembiasaan cinta dan bangga menggunakan produk lokal yang ada di Malut,”ajak Gubernur Abdul Gani Kasuba melalui surat edaran tersebut.

Beberapa produk UMKM Malut yang bisa dipasarkan untuk konsumen

Untuk itu, dirnya menghimbau kepada Organisasi Perangkat Daerah, BUMN/BUMD, swasta dan semua komponen masyarakat untuk membeli dan menggunakan produk lokal Koperasi dan UMKM yang ada di Malut.

Terpisah, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Malut Wa Jahria ketika dikonfirmasi baru baru ini mengatakan, jumlah sebaran pelaku usaha Koperasi dan UMKM yang terdaftar di Malut dari 10 kabupaten kota saat ini mencapai 35.351 ribu.

Sementara,  berdasarkan data yang diperoleh Dinas Koperasi dan UMKM Malut juga dari kabupaten kota tercatat sebanyak 842 pelaku usah yang ikut terdampak covid-19.

Olennya itu, kami berharap
Melalui Peringatan hari UMKM Nasional yang Ke-5 Tahun 2020 yang sudah dilaksanakan pada Rabu (12/8) kemarin secara serentak dan juga kami laksanakan di Sofifi, dapat di jadikan sebagai moment Kebangkitan  semangat UMKM di tengah Wadah Pandemik Covid-19  untuk terus  berinovasi dan berproduksi,”ucapnya sembari memberikan dukungan.

Produk lokal UMKM Malut yang bisa di beli dan digunaka menjadi oleh-oleh khas daerah Maluku Utara ke daerah lain

“Meskipun setahap demi setahap  kami yakin dengan semangat gotong royong yang dimiliki UMKM Maluku Utara akan melewati semua tantangan ini dengan baik,”pungkasnya.(*)

430 View



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *