Kuota Internet Gratis untuk Siswa di Tidore sebesar 35 GB

TIDORE KEPULAUAN – Menindaklanjuti surat dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terkait subsidi kuota internet gratis kepada siswa untuk untuk mendukung pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama pandemi Covid-19, Dinas Pendidikan Kota Tidore Kepulauan melalui kepala sekolah SD dan SMP bersama operator melakukan validasi data dengan menginput nomor handphone siswa ke Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Hal itu dilakukan agar para siswa dapat menerima kuota internter sebesar 35 gigabyte (GB) selama 4 bulan, mulai September hingga Desember 2020 dengan tepat sasaran.

“Terkait dengan kuota itu sekarang dalam proses input, karena semua nomor hp siswa harus masuk ke dapodik, baru kuota itu bisa terisi,” kata Kepala Dinas Pendidikan, Ismail Dukomalamo via telepon, Selasa, (01/09).

Dikatakan juga, untuk jumlah siswa yang terdata menerima kuota internet 35 GB tersebut, pihaknya belum bisa menyampaikan sebab masih menunggu proses input nomor HP siswa ke Dapodik.

“Sementara ini masing-masing kepala sekolah SD dan SMP bersama operator mengimput nomor HP siswa ke Dapodik, karena nanti pada pertengahan September ini baru kami sudah bisa mengetahui berapa siswa yang sudah terdaftar dan belum. Sekarang kami belum tahu karena masih input data,” jelasnya.

Lebih lanjut tambah Kadis, untuk Pulau Tidore seluruh siswa diinput nomor HP ke Dapodik, sementara di daratan Oba hanya di Kecamatan Oba Utara.

“Untuk Tidore itu saya arahkan sesuai dengan pola pembelajaran yang ada ini, hanya empat kecamatan di Pulau Tidore dengan Kecamatan Oba Utara saja yang daring,” ujarnya.

“Untuk Oba Utara keatas karena proses pembelajarannya adalah pembelajaran luring, kemudian torang masukan kuota internet juga nanti tidak bisa digunakan karena daerahnya tidak terjangkau signal, jadi konsentrasi kota Tidore Kepulauan adalah 4 kecamatan di Tidore dan satu kecamatan di daratan oba,” ujarnya, melanjutkan.

Walau begitu, tambah Kadis, mereka yang ikut luring namun mau mencari tugas dan daftar, itu boleh saja, asalkan mereka berada di zona yang memiliki jaringan.

Kadispun berharap, dengan pemberian kuota ini dapat meningkatkan semangat belajar siswa kaitannya dengan belajar daring. Karena persoalan yang didapat oleh orang tua maupun siswa selama ini adalah keluahan terkit dengan kuota internet.

“Ini sudah terjawab, mudah-mudahan bisa digunakan sebagi mana yang kami harapkan bersama,” akunya. (Red)

283 View



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *