DPRD Apresiasi Prestasi Dishub Tidore

TIDORE- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tidore Kepulauan memberikan apresiasi yang tinggi kepada Dinas Perhubungan Kota Tidore Kepulauan atas diperolehnya dana DAK sebesar Rp. 30 Miliyar

Apresiasi tersebut disampaikan oleh Wakil ketua I DPRD Kota Tidore Kepulauan, Mochtar Djumati, saat di temui sejumlah wartawan di ruang paripurna, Jumat (10/9/2021)

“”Apresiasi dari DPRD ini, karena Dinas Perhubungan di tahun 2021 telah mendapatkan dana DAK sebesar Rp. 30 Miliyar dan merupakan DAK terbesar dari Dinas Perhubungan di seluruh Provinsi Maluku Utara”. Ucap Mohtar

Lanjut Mohtar, pada pertemuan ini yang disoroti tentang pekerjaan-
pekerjaan dibawah Dinas Perhubungan, yaitu pelabuhan Fery Galala, Pelabuhan Fery Dowora, pelabuhan penyebarangan Loleo, dan pelabuhan Rum.

Oleh karena itu pembicaraan dengan Dinas Perhubungan yang menjadi salah satu progres nanti di bulan Desember harus diselesaikan.

“Berkaca pada pengalaman kita di tahun sebelumnya, mudah-mudahan saja pekerjaan ini bisa selesai tepat waktu. Apabila tidak selesai, akan merugikan kita secara bersama,” katanya.

Pekerjaan rehab dari Dishub ini, tentunya akan berdampak terhadap ekonomi, baik itu arus manusia maupun arus barang di berbagai pelabuhan yang ada di Kota Tidore Kepulauan.

“Kalaupun pekerjaan itu tidak selesai, dan mau kita selesaikan maka harus menggunakan APBD. Sementara kekuatan fiskal kita sangat terbatas. Harapan kita harus selesai, karena progress di lapangan yang kita lihat, bisa terselesaikan di bulan Desember nanti,” ungkapya.

Ada veberapa pelabuhan yang ditargetkan rampung pada Desember yakni, pelabuhan Rum, Pela uhan Dowora, dan Pelabuhan Loleo.

“Untuk di Loleo menggunakan dana DAU, sementara pelabuhan Rum dan Dowora menggunakan dan DAK dengan progres pekerjaannya sudah maksimal”.katanya.

Mochtar juga menjelaskan, pertemuan dengan Dinas Perhubungan, bahwa pelabuhan Galala akan menjadi progres dan target harus diselesaikan sampai di STQ. Namun beton dari pengecoran pelabuhan itu, belum bisa dianjurkan bagi kendaraan roda sepuluh, cukup hanya kendaraan roda empat yang bisa dimobilisasi manusia.

“Kami juga pertanyakan tentang kesiapan dari STQ. Menurut Dinas Perhubungan, mereka sudah menggelar rapat dengan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi, yang perlu dipersiapkan adalah pelabuhan Guraping maupun pelabuhan Sofifi, dan pelabuhan penyeberangan Feri Galala,”jelasnya.

Untuk diketahui bahwa pelabuhan Fery Galala kontraknya sampai di bulan Desember, makanya diusaha kan sebelum Desember pelabuhan sudah bisa digunakan, begitupun yang berada di darat. (@b)

117 View

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *