Pancasila sebagai Garda Terdepan dalam Merawat Persatuan Bangsa

oleh -39 Dilihat
oleh

TIDORE – Pancasila adalah Dasar Negara, Ideologi, sekaligus pandangan hidup bangsa Indonesia, di tengah arus globalisasi yang menghadirkan kemajuan teknologi, dan informasi dalam menghadapi tantangan berupa pergeseran nilai, krisis identitas, bahkan ancaman disintegrasi.

Demikian sambutan Wali Kota Tidore, yang disampaikan Asisten Sekda Bidang Administrasi Umum Yakub Husain saat mewakili Wali Kota pada acara penguatan Relawan gerakan kebajikan Pancasila di Kota Tidore Kepulauan, yang berlangsung di halaman kedaton Kesultanan Tidore, Sabtu (30/8/2025).

Mengawali sambutan Wali Kota, Yakub Husain mengatakan, penguatan ideologi pancasila bukan hanya sebuah keharusan, tetapi juga menjadi kebutuhan mendesak agar bangsa tetap kokoh berdiri di tengah gempuran zaman saat ini.

“Kita memiliki kearifan lokal yang diwariskan oleh leluhur, berupa nilai-nilai, gotong royong, musyawarah mufakat, saling menghormati dan persaudaraan, sehingga kearifan ini sejalan dengan nilai-nilai Pancasila maka harus kita rawat dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari.” Kata Yakub.

Yakub juga menambahkan, pelestarian budaya adalah benteng yang menjaga jati diri bangsa, di era global, budaya asing begitu mudah masuk dan mempengaruhi generasi muda, namun jika mampu menjaga dan melestarikan budaya yang ada, maka bangsa Indonesia akan tetap memiliki ciri khas, identitas, dan daya saing di kancah internasional.

“Karena tantangan global menuntut kita agar tidak hanya bangga dengan warisan budaya, tetapi juga adaptif terhadap perubahan Generasi muda harus mampu menguasai teknologi, mengembangkan kreativitas dan berinovasi, namun tetap berakar pada nilai-nilai Pancasila dan kearifan lokal, dengan demikian, kita tidak sekedar menjadi penonton tetapi menjadi pemain yang berperan aktif dalam peradaban dunia, ” tandas Yakub.

“Tak lupa, saya juga mengajak kepada seluruh masyarakat, khususnya para pemuda, untuk terus menerus menanamkan nilai-nilai Pancasila, kearifan lokal serta tetap menjaga dan melestarikan budaya bangsa kita. Dengan demikian kita tidak hanya menjadi bangsa yang kuat secara ideologi, tetapi juga bangsa yang bermartabat, ” sambung yakub.

Sementara, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Prof. Drs. KH. Yudian Wahyudi mengatakan, kegiatan ini bukan hanya sekedar seremonial belaka melainkan momentum yang penuh makna untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan untuk menjaga nilai-nilai luhur Pancasila di tengah kehidupan masyarakat.

“Gerakan kebajikan Pancasila yang dikuatkan ini memiliki arti strategis karena relawan bukan hanya agen perubahan sosial tetapi juga garda terdepan dalam merawat persatuan bangsa, menyamai nilai gotong royong serta meneguhkan semangat kebajikan di tengah masyarakat.

“Kota Tidore Kepulauan juga memiliki jejak sejarah panjang dalam perjalanan bangsa sebagai salah satu pusat peradaban rempah dunia, karena tidore menyimpan semangat kosmopolitan, keterbukaan dan keberagaman, sehingga nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat Pancasila, ” sambung Yudian.

Yudian juga menekankan bahwa, penguatan nilai Pancasila bukan hanya tugas Pemerintah dan BPIP semata, namun ini adalah tugas kolektif gotong royong seluruh anak bangsa sehingga masyarakat Kota Tidore dengan semangat religiusitas, kearifan lokal dan budaya maritimnya memiliki potensi besar untuk menjadi garda terdepan dalam penguatan nilai-nilai Pancasila.

Sebelum menghadiri kegiatan penguatan relawan gerakan kebajikan Pancasila, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Prof. Drs. KH. Yudian Wahyudi ini telah dinobatkan gelar kehormatan oleh Jou Sultan Tidore sebagai “Nyira Dodote Fael Malaha Nyili Gulu-gulu” yang artinya tetua Pembina perilaku yang baik Kesultanan Tidore di wilayah jauh-jauh.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Jou Sultan Tidore Husain Alting Syah, Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi Komunikasi, dan Jaringan, Ir. Prakoso, MM, Ketua DPW Brigade Nusantara Provinsi Maluku Utara Sukardi Husen, Asisten Sekda Bidang Administrasi Umum Asrul Gailea, Para Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Akademisi, pemuda, serta Para Paskibraka Kota Tidore Kepulauan Tahun 2025. (@b)

<

No More Posts Available.

No more pages to load.