Kolaborasi Harita Nickel dan Pemkab Halsel Buktikan Obi Subur, Panen Raya Padi Capai 8 Ton per Hektare

oleh -163 Dilihat
oleh

HALMAHERA SELATAN — Kolaborasi antara Harita Nickel dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) kembali membuahkan hasil positif dalam memperkuat ketahanan pangan lokal. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan panen raya padi sawah seluas 12 hektare di Desa Buton, Kecamatan Obi, Jumat (23/1/2026), yang mencatat produktivitas hingga 8 ton per hektare.

Panen raya tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini sekaligus mematahkan anggapan bahwa wilayah Pulau Obi tidak cocok untuk pengembangan pertanian padi.

“Apa yang selama ini identik dengan daerah lain, hari ini terbukti hadir di Obi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ini menunjukkan potensi besar yang mampu berkontribusi pada penguatan ekonomi lokal,” ujar Bupati Bassam.

Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil sinergi kuat antara pemerintah daerah, masyarakat, dan dunia usaha, khususnya dalam penyediaan infrastruktur pertanian serta pendampingan kepada petani. Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, kata Bassam, berkomitmen terus mendukung pengembangan pertanian sawah melalui penguatan sarana dan prasarana, bantuan alat pertanian, serta pendampingan berkelanjutan guna meningkatkan produktivitas petani.

Sebelum panen raya, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Obi bersama petani dan tim Community Development Harita Nickel melakukan pengubinan dengan hasil produktivitas mencapai 8 ton per hektare. Angka ini berada di atas rata-rata nasional yang umumnya berkisar 5 ton per hektare.

Plt Kepala Dinas Pertanian Halmahera Selatan, Suyatmi Aljogja, menyampaikan bahwa hasil panen kali ini meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan musim tanam sebelumnya. Ia menilai capaian tersebut sebagai indikator kuat besarnya peluang pengembangan pertanian sawah di wilayah Obi.

“Desa Buton masih memiliki potensi lahan sawah hingga 100 hektare yang belum tergarap secara optimal. Ini menjadi peluang besar untuk pengembangan ke depan,” jelas Suyatmi.

Ia menambahkan, peningkatan produktivitas ini tidak terlepas dari kolaborasi dengan pihak perusahaan melalui dukungan pendampingan teknis, pemanfaatan sarana produksi pertanian, serta peningkatan kapasitas petani. Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan juga menyerahkan bantuan mesin perontok padi (thresher) guna meningkatkan efisiensi pascapanen.

Dukungan sektor swasta diwujudkan Harita Nickel melalui program Sentra Ketahanan Pangan Obi (SENTANI). Community Development Superintendent Harita Nickel, Suryo Aji, menjelaskan bahwa program ini melibatkan 28 anggota aktif dari dua kelompok tani, yakni Poktan Akemoriri dan Poktan Batu Putih, Koperasi Milenial Obi, serta Pemerintah Desa Buton.

“Panen raya ini adalah bukti ketekunan dan kerja keras petani. Pengukuhan Kelompok Tani Milenial menjadi simbol harapan regenerasi petani, sementara tanam perdana menandai keberlanjutan pertanian di Obi,” ungkap Suryo.

Sebagai langkah strategis menjaga keberlanjutan sektor pertanian, turut dilakukan pengukuhan Kelompok Tani Milenial yang terdiri dari 17 pemuda asal Desa Buton, Jikotamo, dan Akegula. Mereka diharapkan menjadi motor penggerak regenerasi petani di Pulau Obi.

Kegiatan panen raya ditutup dengan prosesi panen bersama serta penanaman perdana padi sawah sebagai simbol dimulainya musim tanam berikutnya. Melalui kolaborasi lintas sektor ini, sektor pertanian di Halmahera Selatan diharapkan terus berkembang, memperkuat ketahanan pangan daerah, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.