Protes Delapan PAC PDIP Tidore Dijawab Ketua Fraksi

oleh -30 Dilihat
oleh

TIDORE — Sikap protes yang disuarakan delapan Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan di Kota Tidore Kepulauan terhadap Fraksi PDIP DPRD setempat akhirnya mendapat tanggapan resmi dari Ketua Fraksi PDIP, Hamga Basinu.

Sebelumnya, mosi tidak percaya yang dituangkan dalam bentuk surat oleh delapan PAC tersebut telah diterima Sekretaris DPC PDIP Kota Tidore Kepulauan, Wahyudi Wahid. Surat itu menjadi penanda adanya kegelisahan di tingkat akar rumput partai berlambang banteng.

Hamga menilai, apa yang disampaikan PAC merupakan dinamika yang lazim terjadi dalam sebuah organisasi politik. Menurutnya, suara dari bawah justru harus dibaca sebagai cermin untuk evaluasi, bukan dipandang sebagai ancaman.

“Ini penyampaian dari akar rumput dan itu wajar. Tinggal bagaimana kita menyikapinya secara profesional,” ujar Hamga.

Politisi yang akrab disapa Gapo ini mengakui, protes tersebut patut dijadikan bahan evaluasi internal Fraksi PDIP. Ia menduga, gejolak muncul akibat miskomunikasi, terutama terkait agenda reses fraksi yang tidak melibatkan struktur PAC di wilayah masing-masing.

“Sebagai Ketua Fraksi PDI-P, saya melihat ini hal yang wajar. Ada gejolak karena kemarin memang ada sedikit kesalahan, khususnya agenda reses fraksi yang tidak melibatkan PAC,” katanya.

Ke depan, Fraksi PDIP berkomitmen menindaklanjuti tuntutan PAC. Salah satunya dengan memastikan setiap kegiatan reses anggota DPRD dari PDIP melibatkan PAC di daerah pemilihan masing-masing.

“Teman-teman PAC menginginkan setiap reses melibatkan mereka. Ini akan menjadi bahan evaluasi serius di internal fraksi,” tegas Hamga.

Ia juga menyampaikan, usai agenda rapat internal DPRD, Fraksi PDIP akan menggelar pertemuan bersama PAC dan DPC PDIP Kota Tidore Kepulauan untuk menelusuri akar persoalan secara menyeluruh.

Terkait adanya tuntutan sebagian PAC yang meminta Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan, Ade Kama, dicopot dari jabatannya, Hamga mengaku baru mengetahui desakan tersebut.

“Mudah-mudahan dalam rapat evaluasi nanti kita bisa mengetahui apa penyebab desakan itu,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan, H. Ade Kama, memilih irit bicara. Ia enggan memberikan komentar dan menyerahkan sepenuhnya persoalan tersebut kepada mekanisme internal partai.

“Ketua fraksi sudah berkomentar. Dalam waktu dekat akan dilakukan rapat antara fraksi dan PAC PDIP,” pungkasnya. (@b)

No More Posts Available.

No more pages to load.