,

Direktur RSD Tidore Mulai Pembenahan Internal, Prioritaskan Mutu Layanan

oleh -59 Dilihat
oleh

TIDORE – Direktur Rumah Sakit Daerah (RSD) Kota Tidore Kepulauan, dr. Zuhrinah, Sp.PK, M.Kes, FIHFAA, bergerak cepat melakukan pembenahan internal. Langkah itu menjadi sinyal awal komitmennya dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.

Usai rapat evaluasi internal, seluruh jajaran direksi turun langsung ke lapangan. Mereka menyisir setiap unit pelayanan dan penunjang untuk menginventarisasi kebutuhan riil sekaligus memetakan persoalan yang selama ini menghambat optimalisasi layanan.

Dalam kunjungan tersebut, dr. Zuhrinah menegaskan bahwa pendataan ini bukan sekadar agenda administratif, melainkan fondasi bagi perencanaan besar pengembangan rumah sakit ke depan.

“Kami ingin memastikan seluruh kebutuhan unit terdata dengan baik, dan setiap permasalahan yang ada dapat segera ditindaklanjuti. Kunjungan ini menjadi dasar bagi manajemen RSD dalam menyusun program prioritas dan perencanaan pengembangan rumah sakit,” ungkapnya, Kamis (5/2/26).

Nada serupa disampaikan Wakil Direktur Umum dan Sumber Daya RSD Tidore, dr. Megawati Abubakar, Sp.JP, FIHA. Menurutnya, inventarisasi tidak hanya menyasar fasilitas fisik, tetapi juga kebutuhan sumber daya manusia hingga dukungan anggaran.

“Melalui kegiatan ini kami memperoleh gambaran langsung terkait kebutuhan tenaga, sarana kerja, serta dukungan anggaran di setiap unit. Hasilnya akan menjadi dasar dalam perencanaan keuangan yang lebih efektif, transparan, dan tepat sasaran,” jelas Megawati.

Sementara itu, Wakil Direktur Pelayanan Nurdiana E. Achmad, SKM, M.Kes menitikberatkan pada mutu layanan medis dan keperawatan. Ia menilai kunjungan lapangan menjadi momentum penting untuk menata kembali alur pelayanan serta standar operasional.

“Kami ingin memastikan pelayanan kepada pasien berjalan cepat, tepat, dan aman. Masukan dari unit pelayanan sangat penting untuk menyempurnakan sistem pelayanan serta meningkatkan kepuasan masyarakat,” tuturnya.

Dari sisi penunjang, Wakil Direktur Penunjang Ely Kasim, S.Kep, Ns menekankan peran strategis unit pendukung medis maupun nonmedis. Tanpa penguatan sektor ini, kata dia, layanan inti tidak akan berjalan maksimal.

“Unit penunjang memiliki peran strategis. Kebutuhan peralatan, pemeliharaan fasilitas, serta penguatan sistem teknologi informasi menjadi perhatian utama dalam pendataan ini,” ujarnya.

Langkah turun lapangan tersebut mendapat sambutan positif dari para kepala unit dan staf. Mereka berharap hasil inventarisasi tidak berhenti di atas kertas, melainkan segera diterjemahkan dalam program perbaikan yang terukur.

Pembenahan yang digagas dr. Zuhrinah dipandang sebagai angin segar bagi wajah pelayanan RSD Tidore. Selain memastikan kondisi sarana dan prasarana, jajaran direksi juga menekankan pentingnya pelayanan yang efektif dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Melalui gerak proaktif ini, RSD Kota Tidore Kepulauan menunjukkan tekad untuk terus berbenah—menjadi rumah sakit yang lebih profesional, berkualitas, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Inventarisasi kebutuhan dari seluruh unit diharapkan menjadi pijakan kuat menuju layanan kesehatan yang lebih manusiawi dan dapat diandalkan. (@b)

No More Posts Available.

No more pages to load.