Musrenbang dan Janji yang Tak Boleh Sekadar Tertulis

oleh -14 Dilihat
oleh

TIDORE – Di Aula Sultan Nuku, Kamis (12/2/2026), deretan kursi tertata rapi. Di hadapan para kepala OPD, akademisi, tokoh masyarakat, dan perwakilan pemangku kepentingan, Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbang) RKPD Kota Tidore Kepulauan Tahun 2027 resmi dibuka.

Bagi sebagian orang, musrenbang mungkin terdengar seperti agenda tahunan yang rutin hadir, duduk, mendengar, lalu pulang. Namun di forum itulah sesungguhnya arah kota ini sedang ditimbang: kebutuhan warga, kemampuan anggaran, dan janji-janji pembangunan dipertemukan dalam satu meja panjang bernama perencanaan.

Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen menyebut Musrenbang sebagai agenda strategis yang tidak sekadar memenuhi tahapan administratif. “Forum ini menjadi ruang untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan dan potensi daerah, sekaligus merumuskan prioritas pembangunan yang akan dituangkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027,” kata Muhammad Sinen.

Ia berharap Musrenbang tidak berhenti sebagai formalitas regulasi. “Kami berharap MUSRENBANG tidak hanya menjadi rutinitas administratif dalam pemenuhan regulasi, tetapi benar-benar menjadi forum yang menghasilkan perencanaan pembangunan yang responsif, terukur, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Pernyataan itu bukan tanpa konteks. Dalam beberapa tahun terakhir, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan mencatat sejumlah capaian yang menempatkan daerah ini sebagai salah satu kota dengan kinerja penyelenggaraan pemerintahan yang baik di Provinsi Maluku Utara. Namun, seperti lazimnya pembangunan, setiap capaian selalu membawa konsekuensi: ekspektasi publik yang meningkat.

Muhammad Sinen mengingatkan, keberhasilan yang diraih justru menjadi tantangan untuk menjaga konsistensi. Ia menekankan pentingnya keterpaduan antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pengendalian, evaluasi, hingga pengawasan. “Agar seluruh kebijakan dan program yang dijalankan tepat sasaran dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Kota Tidore Kepulauan,” tutupnya.

Di sisi teknis, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Tidore Kepulauan, Saiful Bahri Latif, menjelaskan bahwa Musrenbang RKPD 2027 bertujuan menyelaraskan masukan dan usulan dari berbagai pemangku kepentingan untuk menyempurnakan kerangka regulasi dan anggaran.

Hasil Musrenbang, kata Saiful, akan menjadi bahan utama dalam penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD), termasuk Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS). “Kegiatan musrenbang ini dilakukan selama satu hari dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan daerah ini untuk dapat menyelaraskan perencanaan dan pelaksanaan dalam penyusunan RAPBD Kota Tidore ke depan,” ujarnya.

Forum tersebut turut menghadirkan Kepala Bappeda Provinsi Maluku Utara, Dr. Muhammad Sarmin S. Adam, S.STP., M.Si. Sebelum memaparkan materinya, Sarmin memberikan apresiasi kepada Bapperida Kota Tidore Kepulauan yang dinilai konsisten dalam kualitas dan ketepatan waktu perencanaan.

“Kota Tidore Kepulauan adalah catatan kami di Bappeda Provinsi Maluku Utara yang selalu menjadi pionir kabupaten/kota lain karena terus menunjukkan performa kuantitatif, bukan karena pelaksanaan musrenbang RKPD ini saja, akan tetapi dari sisi kepatuhan waktu, kualitas dokumen bahkan di sisi substansi pun Bapperida Kota Tidore selalu menjadi contoh bagi kabupaten/kota lain di Maluku Utara,” kata Sarmin.

Apresiasi itu penting. Namun lebih penting lagi adalah bagaimana dokumen yang lahir dari forum ini benar-benar menjawab kebutuhan warga dari jalan lingkungan yang rusak, pelayanan publik yang harus dipercepat, hingga ruang-ruang ekonomi yang perlu diperluas.

Di atas kertas, perencanaan selalu tampak rapi. Tantangannya ada pada konsistensi pelaksanaan. Musrenbang, pada akhirnya, bukan sekadar tentang dokumen RKPD 2027. Ia adalah tentang kesanggupan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan menjaga agar setiap angka dalam anggaran benar-benar bermuara pada kesejahteraan.

Dan di Aula Sultan Nuku itu, komitmen itu kembali diucapkan tinggal bagaimana kelak ia dibuktikan. (@b)

No More Posts Available.

No more pages to load.