Peresmian Musholla Nurul Iman, Ahmad Hatari Kenang Jalan Terjal 51 Tahun Pengabdian

oleh -12 Dilihat
oleh

TIDORE – Peresmian Musholla Nurul Iman di RW 01, Kelurahan Gurabati, Kecamatan Tidore Selatan, Kota Tidore Kepulauan, Selasa (17/2/2027) pagi, berlangsung khidmat. Di tengah suasana penuh kekeluargaan, Penanggung Jawab Pembangunan Musholla, Ahmad Hatari, berdiri menyampaikan kisah panjang yang mengiringi lahirnya rumah ibadah tersebut.

Di hadapan Husain Sjah dan Wakil Wali Kota Tidore Ahmad Laiman, serta para tamu undangan, Hatari membuka sambutannya dengan mengenang masa kecilnya. Ia bercerita, pada masa itu akses ke tempat salat masih sangat terbatas.

“Sesuatu yang indah akan tepat pada waktunya. Karena itu, keindahan ini kita sambut dengan peresmian hari ini,” ujar Hatari.

Ia juga menyinggung pertanyaan yang sempat muncul terkait pembangunan musholla baru, padahal di sampingnya masih terdapat musholla lama yang tetap digunakan hingga kini. Menurut Hatari, musholla lama tersebut memiliki nilai sejarah tersendiri.

“Musala yang di samping itu saat dibangun, satu sendok semen pun tidak ada. Semuanya dari batu kapur. Dan sampai hari ini masih dipakai. Tinggal tiga generasi yang tersisa dan masih ada di kampung Gurabati,” katanya.

Hatari kemudian membawa hadirin menelusuri perjalanan hidupnya. Ia mengisahkan, pada 23 Maret 1973, dirinya memasuki Irian Jaya—kini Provinsi Papua. Setelah enam bulan menganggur, ia dipanggil bekerja oleh Wakil Gubernur saat itu.

Dua puluh tahun ia mengabdi di Kantor Gubernur. Selanjutnya, ia dipercaya menjadi Kepala Badan Keuangan dan Pengelolaan Aset Daerah di Sorong selama 13 tahun. Ketika Barnabas Suebu kembali terpilih sebagai Gubernur, Hatari dipanggil menjadi Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Papua.

“Jalan historisnya berliku dan terjal,” ucapnya.

Selepas periode kedua Barnabas, Hatari mengaku dipanggil Surya Paloh untuk menjadi calon anggota DPR RI nomor urut satu dari Daerah Pemilihan Maluku Utara. Ia menyebut telah melakukan investasi sosial selama puluhan tahun, meski banyak yang tidak mengetahui kiprahnya.

Di daratan Halmahera, katanya, bantuan sosial yang ia berikan selalu berimbang. Jika di suatu tempat hanya ada masjid, maka bantuan difokuskan ke masjid. Namun jika terdapat gereja dan masjid, pembagiannya dilakukan secara adil dan setara.

Setelah 41 tahun sebagai pegawai negeri, Hatari terpilih sebagai anggota DPR RI dan ditempatkan di Komisi XI serta Badan Anggaran. Pada periode kedua, ia kembali terpilih dan dipercaya sebagai Wakil Ketua Komisi XI.

“Jadi total 51 tahun saya mengabdi. Dan hasil dari 51 tahun itu, dengan segala hormat saya sampaikan kepada Pak Sultan, Pak Wakil Wali Kota, dan hadirin sekalian, seperti yang kita saksikan hari ini, pembangunan Musholla Nurul Iman,” ujarnya.

Ia menegaskan, musholla tersebut merupakan buah pengabdian dirinya dan keluarga selama lebih dari lima dekade. Dengan suara bergetar, Hatari menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT serta harapan agar musholla itu membawa berkah bagi masyarakat, terlebih dalam menyongsong bulan suci Ramadan.

“Saya hanya menceritakan sejarah perjalanan yang penuh liku dan terjal. Hari ini kita meresmikan. Rasa hormat dan rasa bangga saya, bapak ibu semua sempat menghadiri pertemuan ini. Semoga Allah SWT mencurahkan berkah kepada kita sekalian,” tuturnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara Abdullah Hatari, para pimpinan OPD, Camat Tidore Selatan, Lurah Gurabati, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, serta para imam dan syara di Kelurahan Gurabati.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Ahmad Laiman menyampaikan bahwa musholla ini merupakan hasil kerja sama erat seluruh pihak dan menjadi simbol keimanan serta persatuan masyarakat Gurabati.

“Musholla ini bukan hanya bangunan fisik, tetapi simbol kebersamaan dan kekuatan iman masyarakat. Karena itu perlu dijaga dan dirawat bersama,” ujarnya.

Peresmian ditutup dengan doa bersama, menandai babak baru bagi masyarakat RW 01 Gurabati dalam memperkuat kehidupan spiritual dan kebersamaan sosial di lingkungan mereka. (@b)

No More Posts Available.

No more pages to load.