Berbagi di Tepi Jalan, Kejari Tidore Hadirkan Wajah Lain Penegakan Hukum

oleh -11 Dilihat
oleh

TIDORE – Ada pemandangan berbeda di depan Kantor Kejaksaan Negeri Tidore Kepulauan, Kamis, 26 Februari 2026. Di tengah suasana Ramadan 1447 Hijriah, para pegawai yang biasanya disibukkan dengan berkas perkara dan agenda persidangan, sore itu berdiri di tepi jalan, menyapa pengendara dengan senyum dan bingkisan takjil di tangan.

Takjil dibagikan kepada sopir angkot, pengemudi bentor, dan masyarakat yang melintas. Aktivitas sederhana itu menjadi penanda bahwa bulan suci bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang menguatkan empati sosial.

Kegiatan pembagian takjil ini dipimpin langsung Kepala Kejaksaan Negeri Tidore Kepulauan, Sabar Evryanto Batubara, didampingi Kasubagbin, para Kepala Seksi, seluruh pegawai, serta Pengurus IAD Daerah Tidore Kepulauan. Mereka berbaris rapi di depan kantor, membagikan paket berbuka kepada para pengguna jalan yang sebagian besar masih berjibaku dengan pekerjaan menjelang waktu magrib.

Di antara deru kendaraan dan langkah warga yang tergesa, suasana terasa hangat. Beberapa sopir angkot bahkan menyempatkan diri berhenti sejenak, menerima takjil sembari mengucapkan terima kasih.

Sabar Evryanto Batubara mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus upaya menumbuhkan semangat berbagi di lingkungan internal kejaksaan.

“Pembagian takjil dilakukan sebagai bentuk semangat dan motivasi bagi pegawai Kejaksaan Negeri Tidore Kepulauan untuk saling berbagi dan saling menolong, terutama sebagai bentuk perhatian kepada masyarakat Kota Tidore Kepulauan yang tengah menjalankan ibadah puasa 1447 Hijriah,” ujarnya.

Menurutnya, Ramadan harus menjadi momentum mempererat hubungan kelembagaan dengan masyarakat. Penegakan hukum, kata dia, tidak bisa dilepaskan dari nilai-nilai kemanusiaan dan kedekatan sosial.

Melalui kegiatan tersebut, Kejaksaan Negeri Tidore Kepulauan berharap dapat membangun tali kasih dengan masyarakat Kota Tidore Kepulauan. Bahwa di balik gedung dan atribut penegak hukum, ada kepedulian yang tumbuh dari kesadaran bersama sebagai bagian dari komunitas yang sama.

Di penghujung sore itu, ketika langit mulai meredup dan azan magrib bersiap berkumandang, paket-paket takjil telah berpindah tangan. Yang tersisa bukan hanya plastik berisi makanan ringan dan minuman, melainkan pesan sederhana: hukum dan kemanusiaan bisa berjalan beriringan, terutama di bulan yang penuh berkah ini. (@b)

No More Posts Available.

No more pages to load.