Bukber Kwatak, Menjaga Api Solidaritas Wartawan Tidore

oleh -137 Dilihat
oleh

TIDORE — Di tengah ritme kerja jurnalistik yang nyaris tak mengenal jeda, Komunitas Wartawan Kota (Kwatak) Tidore Kepulauan memilih berhenti sejenak. Bukan untuk rehat semata, tetapi merawat sesuatu yang lebih penting: kebersamaan.

Selasa (17/03/2026), jurnalis dari berbagai platform media berkumpul di Kelurahan Dowora. Di kediaman Wakil Bendahara Kwatak, Sartini Abubakar, mereka menggelar buka puasa bersama dalam suasana sederhana, namun sarat makna.

Tidak ada sekat redaksi, tidak ada rivalitas antar media. Yang tampak justru kehangatan—canda yang lepas, obrolan ringan, hingga diskusi santai yang mengalir di sela menunggu waktu berbuka.

Ketua Kwatak Tidore, Suratmin Idrus, menyebut agenda ini bukan sekadar tradisi tahunan Ramadan. Lebih dari itu, ini adalah ruang untuk menjaga kohesi di antara para pekerja media yang setiap hari berjibaku dengan informasi dan dinamika lapangan.

“Ini bukan hanya soal makan bersama. Ini soal merawat persaudaraan. Di tengah kesibukan memburu berita, kita perlu ruang untuk saling menguatkan, agar tetap solid dalam menjalankan fungsi kontrol sosial di Kota Tidore,” ujar Suratmin.

Apa yang disampaikan Suratmin bukan tanpa alasan. Di era derasnya arus informasi, tantangan jurnalisme semakin kompleks. Profesionalisme dan integritas menjadi taruhan. Di titik inilah, solidaritas antar wartawan menjadi fondasi yang tak bisa diabaikan.

Sartini Abubakar, selaku tuan rumah, mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran rekan-rekan jurnalis. Baginya, kebersamaan seperti ini adalah energi baru untuk terus menjalankan tugas jurnalistik dengan semangat kolektif.

“Semoga kebersamaan ini tidak hanya hadir di bulan Ramadan, tetapi terus terjaga dalam keseharian kita sebagai wartawan,” tuturnya.

Menjelang azan Maghrib, suasana semakin khidmat. Doa dipanjatkan, lalu disusul buka puasa bersama. Setelahnya, para jurnalis melaksanakan salat berjamaah, sebelum kembali larut dalam obrolan yang kini terasa lebih cair.

Di Dowora, sore itu, para wartawan tidak hanya berbuka puasa. Mereka juga meneguhkan kembali satu hal yang kerap terlupakan: bahwa di balik setiap berita, ada kebersamaan yang perlu dijaga. (red)

No More Posts Available.

No more pages to load.