Askot PSSI Tidore Full Support GOT XXVIII 2026, Siap Jadi Barometer Kompetisi Maluku Utara

oleh -174 Dilihat
oleh

TIDORE – Panitia pelaksana Gurabati Open Tournament (GOT) XXVIII Tahun 2026 terus mematangkan persiapan dengan membangun komunikasi lintas pemangku kepentingan. Salah satu langkah strategis dilakukan melalui audiensi bersama Ketua Askot PSSI Kota Tidore Kepulauan, Ardiansyah Fauzi.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban itu melahirkan satu pesan kuat: GOT bukan sekadar turnamen, melainkan panggung pembinaan talenta muda sekaligus denyut ekonomi masyarakat.

“Ian” sapaan akrab Ardiansyah menegaskan komitmen Askot untuk memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan GOT XXVIII tahun ini. Menurutnya, turnamen legendaris tersebut layak menjadi barometer kompetisi sepak bola yang berkualitas di Maluku Utara.
“Kita siap bersinergi agar GOT XXVIII menjadi barometer kompetisi yang berkualitas,” ujarnya.

Lebih jauh, Ardiansyah menyebut bahwa GOT memiliki potensi besar untuk didorong menjadi event daerah. Ia menilai, apa yang selama ini dibangun oleh masyarakat Gurabati telah melampaui sekadar turnamen kampung (tarkam), bahkan menjelma menjadi “tarkam mewah” yang punya daya tarik luas.

“GOT ini bukan lagi sekadar event biasa. Ini sudah jadi tarkam mewah. Sebagai Ketua Askot, saya siap mendukung. Kenapa tidak? Karena event ini memberi kontribusi yang sangat luar biasa,” tegasnya.

Ia juga memastikan bahwa Askot PSSI Kota Tidore Kepulauan akan berupaya memfasilitasi keinginan panitia agar GOT masuk dalam kalender resmi event daerah. Dengan demikian, aspek pembiayaan ke depan diharapkan mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
“Kalau sudah menjadi event daerah, tentu pembiayaan akan diperhatikan. Ini yang sedang kita dorong bersama,” tambahnya.

Dampak ekonomi GOT pun menjadi sorotan penting dalam audiensi tersebut. Setiap pelaksanaan turnamen, perputaran uang di Kota Tidore Kepulauan meningkat signifikan. Mulai dari jasa transportasi seperti speedboat, motor kayu, mobil penumpang, ojek, hingga bentor, serta pelaku usaha kecil dan menengah (UKM), semuanya ikut merasakan efek berganda.
“Ini bukan hanya soal sepak bola. Ini tentang ekonomi rakyat yang bergerak,” ungkap Ardiansyah.

Dalam pertemuan yang sama, Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan, Ade Kamma, turut memberikan pandangannya. Ia menilai GOT memiliki marwah tersendiri yang membedakannya dari turnamen sepak bola lainnya.

“GOT ini punya nilai yang berbeda. Setiap pelaksanaannya selalu menghadirkan nuansa yang tidak dimiliki event lain,” kata Ade Kamma.
Ia pun menyatakan dukungan penuh terhadap upaya panitia dan Askot PSSI untuk menjadikan GOT sebagai event daerah. Komitmen DPRD, lanjutnya, adalah mengawal proses tersebut hingga benar-benar terealisasi.

Sebagai penutup, Ardiansyah kembali menegaskan optimismenya. Ia menyebut GOT sebagai event “kelas premium” yang harus dijaga kualitas dan kontinuitasnya.

“Kita akan berupaya semaksimal mungkin. Harapannya, GOT 2026 ini sukses dan semakin menguatkan posisi Tidore sebagai pusat geliat sepak bola rakyat di Maluku Utara,” pungkasnya.

GOT XXVIII 2026 kini bukan hanya soal pertandingan di lapangan hijau, tetapi tentang harapan besar dari pembinaan generasi muda hingga denyut ekonomi yang terus berputar di Kota Tidore Kepulauan. Masyarakat pun diajak untuk bersiap menyambut kemeriahan yang telah menjadi tradisi tahunan tersebut.(@b)

No More Posts Available.

No more pages to load.