Gerak Cepat, Pemkot Tidore Pantau Aktivitas Masyarakat Usai Gempa M 7,6

oleh -54 Dilihat
oleh

TIDORE – Bergerak cepat, Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen didampingi Wakil Wali Kota Ahmad Laiman, Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan H. Ade Kama bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tidore Kepulauan dan OPD terkait turun langsung memantau aktivitas Masyarakat usai terjadinya gempa magnitudo 7,6 yang melanda Maluku Utara, Kamis (2/4/2026).

Meskipun status Peringatan Dini Tsunami dari BMKG telah berakhir, Wali Kota Tidore Kepulauan menghimbau kepada masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dengan memantau terus informasi yang berkembang, serta hindari panik dan diminta melakukan evakuasi mandiri ke titik aman untuk masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir.

“Waspada itu penting, tapi jangan panik. Jika dalam situasi darurat, saya minta anak bayi, ibu hamil dan orang tua atau lansia segera dievakuasikan ke tempat yang paling aman. Pastikan rumah dalam kondisi aman sebelum ditinggalkan, dan mari kita semua tetap berdoa sembari mengikuti arahan petugas dan informasi resmi yang berkembang di lapangan,” ungkapnya.

Orang nomor satu di Kota Tidore Kepulauan ini juga menegaskan pentingnya sikap tenang namun tetap responsif terhadap peringatan dini, sebab gempa susulan bisa saja terjadi kapan saja, langkah ikhtiar harus dilakukan, Masyarakat diminta untuk terus memantau informasi resmi dari BMKG dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Petugas BPBD dan Aparatur Kelurahan/Desa akan terus melakukan pemantauan berkala di seluruh titik evakuasi, Satpol PP juga disiapkan untuk membantu proses evakuasi masyarakat, kami akan menyurat kepada TNI/Polri untuk membantu siaga, jika terjadi hal-hal yang harus dievakuasi maka petugas telah disiapkan di lapangan,” Imbuhnya.

Di kesempatan yang sama, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tidore juga mengintuksikan kepada Dinas terkait seperti Dinas Sosial untuk menyiapkan stok logistik makanan instan dan air bersih, Dinas Kesehatan untuk mengarahkan puskesmas-puskesmas bersiaga, serta kantongi data pasien RSD yang sementara melakukan rawat inap, agar mempermudah proses evakuasi.

“Dinas Sosial segera menyiapkan stok logistik makanan Instan dan air bersih, Dinas Kesehatan juga arahkan semua Puskesmas untuk memantau perkembangan warga yang dievakuasi, utamakan lansia dan anak bayi, pastikan mereka mendapat pelayanan Kesehatan, Satpol PP dimobilekan di setiap Kecamatan untuk membantu proses evakuasi mandiri,” Imbaunya.

Sementara, Kepala BPBD Kota Tidore Kepulauan Muhammad Abubakar dalam kesempatan tersebut mengatakan, kesiapsiagaan Tidore ini juga disiapkan sebagai jalur evakuasi Ternate, maka berdasarkan roadmap di Kecamatan Tidore Utara titik kumpulnya di Kelurahan Fobaharu, dan di Kecamatan lainnya juga titik-titik evakuasi sudah ditetapkan dalam roadmap sesuai SOP.

“Kota Tidore untuk sementara belum ditemukan adanya kerusakan bangunan yang parah ataupun korban jiwa, sejauh ini masyarakat pesisir yang telah melakukan evakuasi mandiri berjumlah 72 orang di Kelurahan Rum Balibunga, dievakuasikan ke Kelurahan Fobaharu, namun status peringatan dini tsunami telah berakhir, akan kami himbau untuk kembali ke rumah, tetapi dengan tetap memantau perkembangan informasi,” jelasnya.

Meski demikian, Wali Kota Tidore juga meminta kepada seluruh lintas sektor, terutama para Camat, Lurah dan Kepala Desa untuk dapat mengidentifikasi terjadinya kerusakan bangunan rumah warga akibat gempa, serta memperhatikan kebutuhan warga yang evakuasi, Wali Kota juga meminta agar seluruh lintas sektor untuk fokus dan siaga memantau kondisi alam yang terjadi selama tiga hari kedepannya. (@b)

No More Posts Available.

No more pages to load.