Ritual Lufu Kie Warnai Hari Jadi Tidore ke-918, Warisan Maritim yang Terus Hidup

oleh -158 Dilihat
oleh

TIDORE – Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman bersama Ketua I Tim Penggerak PKK Kota Tidore Ny. Sumiyati Ahmad Laiman dan Sekretaris Daerah Ismail Dukomalamo mengikuti ritual adat Lufu Kie dalam rangka Hari Jadi Tidore (HJT) ke-918 Tahun 2026, yang digelar di Pelabuhan Kesultanan, Kamis (9/4/2026).

Ritual Lufu Kie, yang dikenal sebagai tradisi mengelilingi Pulau Tidore menggunakan armada juanga, diawali dengan prosesi berjalan kaki dari Kedaton Kesultanan menuju dermaga. Prosesi ini dipimpin langsung oleh Sultan Tidore bersama Jou Boki, didampingi unsur pemerintah daerah, Forkopimda, serta para bobato Kesultanan Tidore.

Dari dermaga kesultanan, armada kemudian bertolak mengelilingi Pulau Tidore. Tradisi ini bukan sekadar seremoni, melainkan simbol kekuatan maritim Kesultanan Tidore yang berakar dari sejarah panjang perlawanan.

Lufu Kie sendiri merupakan strategi perang laut yang dicetuskan oleh Sultan Saifuddin “Jou Kota” untuk menggentarkan kekuatan kolonial Belanda pada masanya. Kini, tradisi tersebut direkonstruksi dalam bentuk pelayaran adat menggunakan Kagunga perahu Kesultanan Tidore yang dikawal oleh 12 juanga atau kora-kora dari para Sangaji dan Gimalaha.

Dua belas armada pengawal tersebut terdiri dari Sangaji Laisa, Sangaji Laho, Gimalaha Tuguiha, Gimalaha Tomayou, Gimalaha Mare, Gimalaha Tongowai, Gimalaha Banawa, Gimalaha Dokiri, Gimalaha Gamtohe, Gimalaha Tomanyili, Gimalaha Tahisa, dan Gimalaha Tomaidi.

Sepanjang pelayaran, ritual diisi dengan pembacaan doa oleh para imam dan syara bobato Kesultanan pada sejumlah titik sakral di sekeliling pulau. Dalam pelaksanaan tahun ini, armada juga singgah di perairan depan Keramat Hiri, Ternate, sebelum kembali melanjutkan perjalanan mengelilingi Pulau Tidore.

Antusiasme masyarakat tampak di setiap wilayah yang dilintasi. Warga memadati pesisir untuk menyaksikan langsung prosesi yang sarat nilai sejarah dan budaya tersebut.

Selain armada adat, kegiatan ini juga diikuti oleh simpatisan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan para camat yang menggunakan armada speedboat, menambah semarak pelaksanaan ritual.

Lufu Kie tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga penegasan identitas maritim dan kebesaran sejarah Kesultanan Tidore yang terus dijaga lintas generasi. (@b)

No More Posts Available.

No more pages to load.