Pemkot Tidore Buka Ruang Investasi, Glamping Bobocabin Ditargetkan Dongkrak PAD dan Lapangan Kerja

oleh -148 Dilihat
oleh

TIDORE — Pemerintah Kota Tidore Kepulauan menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang bagi para investor sebagai upaya mendorong peningkatan pendapatan daerah dan memperluas lapangan kerja bagi generasi muda.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, saat rapat dengar pendapat bersama pimpinan dan anggota DPRD Kota Tidore Kepulauan terkait rencana kerja sama investasi pembangunan penginapan glamor camping (glamping) berteknologi tinggi, bobocabin, di ruang rapat DPRD Kota Tidore, Rabu (15/4/2026).

Muhammad Sinen mengatakan, investasi menjadi salah satu langkah strategis di tengah berkurangnya transfer dana dari pemerintah pusat ke daerah. Menurut dia, pemerintah daerah dituntut untuk lebih inovatif dan kolaboratif dalam menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Dengan kondisi saat ini, pemerintah daerah harus keluar dari zona aman, terus berinovasi dan berkolaborasi agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal,” ujar Muhammad Sinen.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PT Berkah Moloku Kie Raha dan Bobobox yang dinilai serius menjajaki investasi di Tidore. Kehadiran bobocabin diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi baru serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan, Ade Kama, menegaskan bahwa DPRD dan pemerintah daerah memiliki visi yang sama dalam mendorong kesejahteraan masyarakat melalui investasi yang produktif.

“Pada prinsipnya, DPRD dan pemerintah daerah terus berkoordinasi demi kepentingan masyarakat. Kami berharap investasi ini dapat membuka peluang kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” kata Ade Kama.

Ia juga mengingatkan agar pengalaman kegagalan investasi sebelumnya menjadi pelajaran penting, sehingga kerja sama yang dibangun kali ini dapat berjalan sesuai harapan.

Senada, anggota DPRD, Mochtar Djumati, menegaskan bahwa pihaknya terbuka terhadap investor selama investasi tersebut sehat dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Yang penting ada kejelasan kerja sama, baik melalui MoU maupun mekanisme lainnya, sehingga dapat meningkatkan PAD dan pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Mochtar.

Sementara itu, Head of Business Relations PT Bobobox Asset Management, Dennis Depriadie, menilai Tidore memiliki potensi besar, terutama di sektor pariwisata bahari.

Menurut Dennis, keindahan bawah laut dan banyaknya spot diving yang belum dikelola optimal menjadi peluang besar untuk dikembangkan melalui investasi glamping modern.

“Kami melihat Tidore memiliki kekayaan laut yang luar biasa. Ini peluang besar untuk memperkenalkan Tidore ke masyarakat luas, bahwa di Indonesia Timur ada destinasi dengan sejarah, budaya, dan keindahan laut yang sangat menarik,” kata Dennis.

Ia menambahkan, setelah mendapatkan persetujuan dari pemerintah daerah dan DPRD, pihaknya akan segera melakukan tahap awal pembangunan dengan target 10 unit cabin dalam waktu sekitar enam bulan.

Dennis berharap dukungan dari seluruh pihak agar investasi tersebut dapat berjalan lancar dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Harapannya, ini bisa membuka lapangan kerja dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Kami ingin Tidore semakin dikenal, tetap maju, agamis, dan kuat dengan nilai sejarahnya,” ujarnya. (@b)

No More Posts Available.

No more pages to load.