TIDORE — Pemerintah Kota Tidore Kepulauan terus mendorong terbukanya ruang investasi sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi daerah. Salah satu rencana yang kini memasuki tahap pembahasan adalah kerja sama pembangunan penginapan glamor camping (glamping) berteknologi tinggi atau Bobocabin.
Rencana tersebut dibahas dalam rapat dengar pendapat bersama pimpinan dan anggota DPRD Kota Tidore Kepulauan, Rabu (15/4/2026) siang, di ruang rapat DPRD.

Head of Business Relations PT Bobobox Asset Management, Dennis Depriadie, menyampaikan optimismenya terhadap peluang investasi tersebut. Menurut dia, Tidore menyimpan potensi besar yang belum sepenuhnya terekspos, baik dari sisi keindahan alam, kekayaan bawah laut, maupun nilai historis sebagai kawasan rempah-rempah.
“Niat baik ini semoga bisa berjalan dengan baik. Tujuannya bagaimana Tidore bisa terekspos melalui produk kami. Kami sudah memiliki banyak lokasi di Indonesia dan menjadi top of mind, sehingga diharapkan bisa menarik investor lain serta perhatian pemerintah pusat,” kata Dennis usai pertemuan.
Ia menjelaskan, kehadiran Bobocabin tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas akomodasi, tetapi juga sebagai pintu masuk promosi destinasi. Tidore dinilai sebagai lokasi yang sangat potensial untuk dikembangkan, terutama dengan dukungan pasar wisata selam yang dinilai menjanjikan.
“Kami melihat banyak titik strategis di Tidore. Tahap awal kami kejar market, lalu Indonesia bisa melihat, sehingga wisatawan domestik juga datang,” ujarnya.
Pada tahap awal, perusahaan merencanakan pembangunan sekitar 10 unit kabin dengan kapasitas 4 hingga 8 orang per unit. Nilai investasi yang disiapkan berkisar antara Rp8 miliar hingga Rp15 miliar, dengan perhitungan bisnis yang mencakup proyeksi titik impas.
Terkait proses pembangunan, Dennis mengakui adanya tantangan logistik, khususnya distribusi material dari Pulau Jawa ke Tidore. Meski demikian, ia memastikan konsep kabin yang akan digunakan merupakan versi terbaru, serupa dengan yang telah diterapkan di kawasan wisata Bunaken.
Dennis juga mengapresiasi respons positif dari Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dan DPRD dalam penjajakan kerja sama ini. Ia berharap proses perizinan dapat berjalan lancar sehingga pembangunan bisa segera direalisasikan.
“Kami sangat mengapresiasi penerimaan yang baik dari pemerintah dan DPRD. Harapannya, niat ini bisa berjalan aman dan lancar, serta memberikan dampak nyata bagi pembukaan lapangan kerja dan peningkatan ekonomi masyarakat,” katanya.
Jika seluruh tahapan administrasi rampung, pembangunan 10 unit kabin ditargetkan dimulai dalam waktu dekat dengan estimasi penyelesaian sekitar enam bulan.
“Kami butuh dukungan semua pihak agar berjalan lancar. Intinya, Tidore harus tetap maju, tetap agamis, dengan kekuatan sejarah yang menjadi daya tarik utama, sehingga semakin banyak orang datang ke Tidore,” ujar Dennis.(**)










