Menjadi Pembicara, Ketua TP PKK Tidore Paparkan Tugas Puspaga dan Pola Asuh Anak di Pulau Maitara

oleh -145 Dilihat
oleh

TIDORE – Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tidore Kepulauan Hj. Rahmawati Muhammad Sinen yang juga selaku Ketua Puspaga Kota Tidore, menjadi Narasumber dalam Kegiatan Koordinasi dan Sinkronisasi Penguatan Jejaring Antar Lembaga Penyedia Layanan Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus Tingkat Kab/Kota yang diselenggarakan oleh Bidang Perlindungan Anak Dinas P2KBP3A Kota Tidore Kepulauan di Desa Maitara Tengah, Rabu (22/4/2026).

Kegiatan ini juga mendaulat Psikolog dari Perwakilan Kemensos wilayah Maluku Utara Siti Ningrum, S.Psi.,M.Psi sebagai narasumber, tujuan kegiatan ini dilakukan karena maraknya kekerasan anak dan pornografi yang sudah menjadi masalah serius membahayakan masa depan anak, hal ini disebabkan dari perilaku dan pola asuh anak baik dari orang tua maupun lingkungan yang belum maksimal sesuai harapan bersama.

Selaku Ketua Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga), Hj. Rahmawati Muhammad Sinen dalam kesempatan tersebut mengapresiasi Ibu-Ibu empat Desa di Pulau Maitara yang telah antusias hadir mengikuti kegiatan ini, baginya antusia para Ibu-Ibu adalah hal yang membaggakan, melalui kegiatan ini, mereka dapat mengetahui cara menjaga anak-anak untuk tidak terjerumus dalam hal-hal yang tidak diinginkan.

“Melalui kegiatan ini juga, ibu-ibu dapat mengetahui bagaimana pola asuh anak di fase umur masing-masing, mudah-mudahan kegiatan ini dapat bermanfaat dan diridhoi Allah SWT, sebagai Ketua Puspaga, tujuan utama Puspaga adalah mencegah masalah dalam keluarga sejak dini dan menangani saat masalah sudah terjadi, meningkatkan kualitas hidup keluarga, kemampuan orang tua dalam mengasuh anak serta mewujudkan keluarga harmonis,” ungkapnya.

Ketua TP PKK Kota Tidore juga mengapresiasi Pulau Maitara karena sejauh ini belum ada kasus Kekerasan Perempuan dan Anak, namun ia menghimbau untuk dapat terus dijaga oleh Masyarakat, karena Pulau Maitara sudah dicanangkan sebagai Pulau bebas Pornografi Anak, jadi pola asuh anak yang baik juga harus diterapkan, serta membentuk wadah kaum Perempuan untuk dapat menyelesaikan masalah, contohnya seperti pondok curhat.

Sementara, Psikolog Siti Ningrum dalam kesempatan tersebut juga memaparkan materi terkait ketahanan keluarga cara mendidik anak yang baik dan benar, karena menurutnya, parenting adalah proses kolaborasi antara orang tua dan anak untuk membangun karakter, potensi serta kenyamanan anak dalam lingkungan belajar dan sosial. Selain keluarga adalah fondasi utama, tantangan zaman dan pola asuh menentukan masa depan anak.

“Ada hal yang harus dipahami sebagai bentuk pencegahan yang dapat dilakukan oleh anak, guru maupun orang tua, anak harus memahami hak tubuh sendiri, berani berkata tidak dan melaporkan kejadian yang mencurigakan. Guru menjadi ruang aman di kelas untuk berdiskusi, tanggap dan tidak menyalahkan korban, Sementara orang tua bangun komunikasi terbuka dengan anak dan ajarkan soal batasan tubuh, percaya serta mendukung anak saat bercerita,” paparnya. (@b)

No More Posts Available.

No more pages to load.