TIDORE — Mesin persiapan Tim Persikota PSSI Kota Tidore Kepulauan nyaris mencapai titik akhir. Agenda besar menanti: Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di Halmahera Utara. Di saat yang sama, satu panggung lain tengah disiapkan Piala Presiden yang tak sekadar kompetisi, tetapi dirancang sebagai ruang tumbuh bagi talenta muda.
Ketua Askot PSSI Kota Tidore Kepulauan, Ardiansyah Fauji, memastikan kesiapan tim Porprov telah berada di kisaran 95 hingga 100 persen. Sebuah angka yang, dalam bahasa sepak bola, berarti tim hanya tinggal menunggu peluit kick-off.
“Dalam beberapa bulan ke depan, kita menghadapi agenda besar. Porprov jadi fokus utama, dan persiapan kita hampir rampung,” ujar Ardiansyah, Sabtu (25/4/2026), dalam pertemuan singkat bersama panitia di Joung Coffe.
Namun, sebelum rombongan bertolak ke Halmahera Utara, Askot masih menanti kepastian satu agenda pemanasan: Piala Presiden. Turnamen ini dijadwalkan berlangsung pertengahan Mei, meski surat penetapan tuan rumah masih ditunggu dari Asprov.
“Untuk Piala Presiden, kita masih menunggu surat tuan rumah. Informasinya mungkin keluar malam ini atau besok,” kata Ardiansyah, yang akrab disapa Ian.
Di balik penantian administratif itu, kerja-kerja teknis mulai digerakkan. Koordinasi penyelenggaraan telah diserahkan kepada tim khusus guna memastikan seluruh kebutuhan pertandingan terpenuhi.
Menariknya, Piala Presiden tahun ini tak lagi berdiri sebagai sekadar turnamen. Ia dirancang sebagai ruang kolaborasi. UMKM dilibatkan, bukan hanya sebagai pelengkap, tetapi sebagai bagian dari ekosistem event. Ada semangat menggabungkan denyut ekonomi lokal dengan gairah sepak bola.
Koordinator Piala Presiden, Nurul Asnawiah, menyebut konsep kegiatan masih dalam tahap pematangan. Namun satu hal yang pasti, format tahun ini berbeda dari sebelumnya.
“Masih dalam pembahasan umum, belum masuk teknis. Tapi yang jelas, kali ini kita libatkan beberapa kolaborator, termasuk UMKM,” ujarnya.
Turnamen ini juga akan dirangkai dengan launching resmi Tim Persikota yang akan berlaga di Porprov. Sebuah momen simbolik antara perkenalan dan penegasan kesiapan.
Meski dibalut berbagai kolaborasi, Nurul menegaskan arah utama tetap pada pembinaan usia dini. Di titik ini, sepak bola tak hanya dilihat sebagai pertandingan, tetapi sebagai investasi jangka panjang.
“Fokusnya tetap pada pengembangan sepak bola usia dini. Harapannya, dampak dari event ini bisa terasa dalam pembinaan pemain ke depan,” kata Nurul.
Di Tidore, sepak bola sedang bergerak ke arah yang lebih terstruktur. Porprov menjadi target jangka pendek. Sementara Piala Presiden, dengan segala konsep kolaboratifnya, disiapkan sebagai fondasi untuk masa depan.(@b)











