Tinjau Lokasi Wisata, Wali Kota Tidore Pastikan Jadi Sumber Utama Peningkatan PAD

oleh -156 Dilihat
oleh


TIDORE – Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mengembangkan sektor pariwisata sebagai sumber utama peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menurutnya, Tidore tidak memiliki sumber daya alam seperti tambang emas, nikel, atau batu bara yang bisa diandalkan. Karena itu, potensi wisata dinilai sebagai “tambang” baru yang harus dikelola secara serius tanpa merusak lingkungan.

“Tidore ini tidak punya sumber daya alam yang menjanjikan seperti tambang. Jadi kita harus mengembangkan potensi wisata sebagai kekuatan utama daerah,” ujar Muhammad Sinen saat melakukan peninjauan di sejumlah lokasi, diantaranya lintas sirkuit Selawaring Rum, Tanjung Rum Bune di Kelurahan Rum Balibunga, Benteng Cobe di Kelurahan Jiko Cobo, serta Pantai Jiko Cobo, Sabtu (2/5/2026).

Orang nomor satu di Kota Tidore Kepulauan ini mengatakan, kunjungan tersebut bukan sekadar melihat lokasi, tetapi merupakan bagian dari perencanaan strategis pemerintah daerah ke depan, terlebih dengan kondisi Transfer ke Daerah (TKD) yang mengalami penurunan signifikan pada periode 2025–2026.

“Kondisi TKD yang turun drastis membuat pemerintah daerah harus lebih kreatif dan inovatif untuk meningkatkan PAD,” jelasnya.

Wali kota juga menyebut sejumlah kawasan yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata, mulai dari wisata bahari, sejarah, budaya hingga wisata pegunungan, seperti Kalaodi, Gura Bunga, Fobaharu, serta Maitara.

Selain itu, wilayah lain seperti Rum, Akesahu, hingga kawasan Oba juga dinilai memiliki daya tarik tersendiri untuk dikembangkan sebagai destinasi unggulan.

Muhammad Sinen menambahkan, peluang investasi di sektor pariwisata cukup besar, namun pemerintah daerah harus mengambil langkah awal untuk memperkenalkan potensi yang dimiliki.

“Kalau pemerintah sudah mulai dan informasi ini disebarluaskan, saya yakin investor dan wisatawan akan tertarik datang ke Tidore,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk ikut mempromosikan potensi daerah melalui media sosial.

“Anak-anak muda sekarang sudah punya smartphone, gunakan itu untuk mempromosikan Tidore, jangan hanya untuk hal-hal lain,” imbaunya.

Tak hanya itu, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan juga membuka ruang seluas-luasnya bagi investor yang ingin berinvestasi di daerah tersebut. Wali kota memastikan seluruh proses perizinan akan dipermudah tanpa adanya pungutan.

“Kami membuka peluang bagi semua investor. Perizinan dan lain sebagainya akan dipermudah tanpa pungutan. Tidak ada biaya sebelum pembangunan dimulai, semuanya gratis,” tegasnya.

Pemerintah Kota Tidore Kepulauan pun menargetkan pada tahun 2027 arah pembangunan daerah akan difokuskan pada sektor pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi.

“Saya yakin kalau pariwisata kita fokuskan, ke depan PAD Tidore akan semakin baik,” tutupnya. (@b)

No More Posts Available.

No more pages to load.