Tidore Genjot Digitalisasi untuk Dongkrak PAD dan Pangkas Birokrasi

oleh -122 Dilihat
oleh

TIDORE — Pemerintah Kota Tidore Kepulauan terus mempercepat digitalisasi pemerintahan sebagai strategi meningkatkan efektivitas layanan publik sekaligus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Tidore Kepulauan melalui sambutan yang dibacakan Sekretaris Daerah Ismail Dukomalamo saat membuka High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) bertema “Sinergi Transaksi Digitalisasi Dalam Upaya Optimalisasi Meningkatkan PAD” di Aula Sultan Nuku Kantor Wali Kota Tidore, Kamis (6/5/2026).

Dalam sambutannya, Pemkot Tidore juga mengapresiasi capaian TP2DD yang berhasil meraih penghargaan nasional dari Menteri Koordinator Perekonomian RI pada 2025 sebagai TP2DD Kota Terbaik III wilayah Nusa Tenggara-Maluku-Papua serta penghargaan Rookie of The Year TP2DD Kota Terbaik II.

“Penyelenggaraan pemerintahan yang baik merupakan pondasi utama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Namun birokrasi yang kompleks masih menjadi tantangan. Karena itu, digitalisasi menjadi langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pemerintahan sekaligus menekan biaya operasional,” ujar Ismail.

Ia menegaskan, terdapat tiga fokus utama yang harus diperkuat seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Pertama, peningkatan Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) melalui optimalisasi layanan transaksi digital di seluruh sektor pemerintahan.

Kedua, optimalisasi PAD melalui digitalisasi pajak dan retribusi daerah agar pembayaran lebih mudah, transparan, serta mampu meminimalisir potensi kebocoran pendapatan.

Ketiga, penguatan sinergi dan komitmen antara pemerintah daerah, perbankan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam memperluas penggunaan layanan digital.

Menurut Ismail, kolaborasi antara Pemkot Tidore dan Bank Indonesia melalui TP2DD menjadi faktor penting dalam mendorong transformasi digital daerah. Dukungan sektor perbankan dan operator layanan digital juga dinilai menjadi kunci keberhasilan implementasi sistem transaksi non-tunai di lingkungan pemerintahan.

“Prestasi yang telah diraih harus terus ditingkatkan sebagai bagian dari upaya percepatan dan perluasan digitalisasi daerah menuju Kota Tidore Kepulauan yang aman, nyaman, ramah, maju dan berkelanjutan untuk semua,” katanya.

Kegiatan tersebut turut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara Airtalya J. Rando, Kepala Bank Maluku Malut Cabang Soasio Navalia Chairunnisa, serta Pimpinan PT Telkomsel Branch Ternate Fuji Permana.

Pertemuan itu juga dihadiri para staf ahli wali kota, asisten sekda, pimpinan OPD, pejabat administrator, pimpinan perbankan, serta seluruh anggota TP2DD Kota Tidore Kepulauan. (@b)

No More Posts Available.

No more pages to load.