Di Tengah Keterbatasan Fiskal, Muhammad Sinen Pilih Jalan Inovasi untuk Membangun Tidore

oleh -57 Dilihat
oleh

TIDORE — Di hadapan anggota DPRD Kota Tidore Kepulauan, Wali Kota Muhammad Sinen menyampaikan sebuah pesan yang sederhana namun sarat makna: keterbatasan anggaran bukan alasan untuk berhenti membangun.

Pesan itu disampaikan saat Rapat Paripurna Ke-6 Masa Persidangan III Tahun 2025-2026 dengan agenda Pembicaraan Tingkat II Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Inovasi Daerah yang berlangsung di Gedung DPRD Kota Tidore Kepulauan, Senin (22/6/2026).

Bagi Muhammad Sinen, pembangunan daerah tidak selalu ditentukan oleh besarnya sumber daya alam atau melimpahnya pendapatan dari sektor tambang. Yang lebih penting adalah kemampuan pemerintah dan masyarakat dalam melahirkan gagasan-gagasan baru yang mampu menjawab kebutuhan publik.

“Kita menyadari daerah ini tidak memiliki industri tambang yang besar untuk membiayai fiskal kita. Tetapi saya yakin dan percaya, dengan inovasi kita bisa membangun daerah ini menjadi lebih maju dan sejahtera,” kata Muhammad Sinen dalam pidatonya.

Mantan Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan dua periode itu menegaskan, daerah yang maju bukanlah daerah yang memiliki sumber daya terbesar, melainkan daerah yang mampu mengubah potensi menjadi inovasi, dan inovasi menjadi kesejahteraan bagi masyarakat.

Menurutnya, Ranperda Penyelenggaraan Inovasi Daerah yang telah dituntaskan pembahasannya merupakan fondasi penting untuk membangun budaya inovasi di lingkungan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan.

Ia juga memberikan apresiasi kepada DPRD yang telah menyelesaikan pembahasan 22 pasal dalam ranperda tersebut meski di tengah berbagai keterbatasan yang dihadapi daerah.

“Dengan segala keterbatasan anggaran, DPRD masih menunjukkan perhatian dan kepeduliannya yang besar untuk daerah ini,” ujarnya.

Atas nama Pemerintah Daerah, Muhammad Sinen menyampaikan terima kasih kepada Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) dan seluruh fraksi DPRD yang telah memberikan berbagai masukan, koreksi, serta dukungan selama proses pembahasan berlangsung.

Baginya, setiap masukan yang diberikan merupakan cerminan komitmen bersama untuk menghadirkan kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Lebih jauh, Muhammad Sinen menekankan bahwa inovasi bukan soal menghadirkan program yang mahal atau rumit. Esensi inovasi pemerintahan, kata dia, terletak pada sejauh mana kebijakan tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Keterbatasan fiskal tidak boleh menyurutkan semangat berinovasi. Kita harus terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan membangun ekosistem inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan H. Ade Kama menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses penyusunan hingga pembahasan Ranperda Penyelenggaraan Inovasi Daerah.

Menurut Ade Kama, keberhasilan sebuah peraturan daerah tidak berhenti pada tahap pengesahan. Tantangan sesungguhnya justru dimulai setelah regulasi tersebut diundangkan dan diterapkan dalam penyelenggaraan pemerintahan.

“Keberhasilan Perda ini tidak hanya ditentukan oleh penetapan hari ini, tetapi oleh keseriusan pelaksanaannya setelah diundangkan,” tegas Ade Kama.

Ia berharap Pemerintah Daerah segera menyiapkan regulasi turunan berupa Peraturan Wali Kota dan berbagai ketentuan teknis lainnya agar substansi perda dapat diterapkan secara efektif oleh seluruh perangkat daerah.

Dengan demikian, semangat inovasi yang menjadi ruh regulasi tersebut tidak hanya berhenti dalam dokumen hukum, melainkan benar-benar hadir dalam bentuk program, kebijakan, dan pelayanan publik yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Tidore Kepulauan.

Rapat paripurna tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman, 21 anggota DPRD Kota Tidore Kepulauan, unsur Forkopimda, serta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Di tengah tantangan fiskal yang dihadapi banyak daerah, pesan yang disampaikan dari ruang sidang DPRD Tidore hari itu menjadi penanda arah pembangunan yang ingin ditempuh. Bukan mengandalkan kekayaan alam semata, melainkan mengandalkan kekuatan gagasan, kreativitas, dan keberanian untuk berinovasi. Sebab, seperti yang diyakini Muhammad Sinen, masa depan daerah tidak hanya ditentukan oleh apa yang dimiliki, tetapi oleh kemampuan mengelola potensi menjadi kesejahteraan. (@b)

No More Posts Available.

No more pages to load.