BNI Pasang “Rem Otomatis” di Wondr, Modus Penipuan Lewat Telepon Kini Makin Sulit Menjebak Nasabah

oleh -62 Dilihat
oleh

Jakarta- Kejahatan digital terus berkembang mengikuti kemajuan teknologi. Salah satu modus yang paling sering memakan korban adalah penipuan melalui sambungan telepon, di mana pelaku berusaha memengaruhi korban untuk melakukan transaksi atau membocorkan data pribadi penting.

Melihat ancaman tersebut, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menghadirkan inovasi baru pada aplikasi wondr by BNI. Inovasi ini bukan sekadar menambah fitur, tetapi menjadi lapisan perlindungan yang bekerja otomatis untuk menjaga keamanan nasabah.

Kini, setiap kali pengguna menerima panggilan telepon saat membuka aplikasi wondr by BNI, sistem akan langsung mengunci akses transaksi dan menampilkan pesan, “Selesaikan Panggilan Kamu Dulu”. Mekanisme sederhana ini dirancang untuk memutus ruang gerak pelaku penipuan yang selama ini memanfaatkan komunikasi telepon untuk memengaruhi korbannya.

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menjelaskan bahwa fitur tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan BNI dalam memperkuat perlindungan nasabah di tengah pesatnya perkembangan layanan digital.
“Fitur ini kami hadirkan sebagai langkah preventif untuk melindungi nasabah dari berbagai modus penipuan yang memanfaatkan komunikasi telepon,” kata Okki.

Menurutnya, tidak sedikit kasus penipuan yang bermula dari panggilan telepon yang tampak meyakinkan. Pelaku biasanya mengaku sebagai petugas bank atau pihak tertentu, kemudian menggiring korban untuk memberikan kode OTP, PIN, password, atau melakukan transaksi tertentu dengan alasan mendesak.

Dalam situasi seperti itu, korban sering kali tidak memiliki cukup waktu untuk berpikir karena terus diarahkan oleh pelaku melalui sambungan telepon. Celah inilah yang kini ditutup oleh wondr by BNI melalui fitur keamanan terbarunya.

Dengan adanya penguncian otomatis selama panggilan berlangsung, nasabah memperoleh kesempatan untuk meninjau kembali setiap instruksi yang diterima. Di sisi lain, pelaku kehilangan momentum yang selama ini menjadi kunci keberhasilan aksinya.

“Dengan fitur terbaru ini, wondr dapat membantu nasabah menjaga data pribadi. Kami juga mengimbau nasabah untuk tidak memberikan informasi rahasia kepada pihak mana pun, termasuk yang mengatasnamakan BNI,” tegas Okki.

Inovasi tersebut menjadi bukti bahwa transformasi digital tidak hanya berbicara tentang kecepatan dan kemudahan layanan, tetapi juga tentang bagaimana teknologi mampu memberikan rasa aman bagi penggunanya.

Di tengah semakin tingginya transaksi digital masyarakat Indonesia, BNI memilih untuk tidak hanya menghadirkan layanan yang praktis, tetapi juga memastikan setiap nasabah memiliki perlindungan yang memadai dari berbagai ancaman kejahatan siber. Melalui wondr by BNI, keamanan kini tidak lagi sekadar imbauan, melainkan hadir langsung dalam sistem yang bekerja setiap saat menjaga nasabah.(*)

No More Posts Available.

No more pages to load.