Pemkot Tidore dan Burung Indonesia Perkuat Sinergi Susun Profil Keanekaragaman Hayati

oleh -87 Dilihat
oleh

TIDORE – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan bersama Burung Indonesia mulai mematangkan penyusunan Profil Keanekaragaman Hayati (Kehati) sebagai upaya mendokumentasikan sekaligus melindungi kekayaan alam yang dimiliki daerah tersebut.

Langkah itu ditandai dengan pelaksanaan Rapat Koordinasi Tim Penyusun Profil Keanekaragaman Hayati Kota Tidore Kepulauan yang dipimpin langsung Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman di Ruang Rapat Wali Kota, Selasa (14/7/2026).
Dalam rapat tersebut, Ahmad Laiman menegaskan bahwa penyusunan Profil Kehati bukan hanya memenuhi kebutuhan administrasi dan dokumen perencanaan daerah. Lebih dari itu, dokumen tersebut menjadi bagian penting dari strategi pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam dan ekosistem yang masih terpelihara di Kota Tidore Kepulauan.
Menurut Ahmad, Tidore memiliki kekayaan alam yang masih relatif alami dan perlu dijaga melalui langkah-langkah konservasi yang terencana dan berkelanjutan.
“Kita ketahui Kota Tidore masih sangat memiliki kekayaan alam yang masih sangat alami sehingga ke depan kita harus benar-benar melakukan konservasi untuk tetap menjaga keanekaragaman hayati di wilayah Kota Tidore Kepulauan tersebut,” ujar Ahmad Laiman.
Ia mengatakan, pelestarian keanekaragaman hayati tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan berbagai pihak agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh masyarakat.
Karena itu, penyusunan Profil Kehati diharapkan mampu menjadi acuan dalam pengambilan kebijakan pembangunan yang tetap memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan.
“Pemerintah Kota Tidore sangat berharap agar kegiatan ini nantinya akan memberikan dampak yang baik bagi masyarakat, sehingga generasi ke depan masih dapat menikmati keindahan alam Tidore yang beraneka ragam hayati dan mampu memberikan dampak positif,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tidore Kepulauan Abdul Muis menjelaskan, rapat koordinasi tersebut menjadi forum untuk menyamakan persepsi seluruh anggota tim penyusun sekaligus memperkuat koordinasi antarinstansi yang terlibat.
Selain membahas pembagian tugas dan peran masing-masing pihak, pertemuan tersebut juga mengulas kebutuhan data, metode penyusunan dokumen, serta tahapan pelaksanaan kegiatan yang akan dilakukan dalam proses penyusunan Profil Kehati.
“Kami juga sangat berharap agar menghasilkan profil yang menjadi dokumen berkualitas serta digunakan sebagai dasar penyusunan pengelolaan keanekaragaman hayati di Kota Tidore,” kata Abdul Muis.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dan diskusi yang disampaikan Koordinator Burung Indonesia Wilayah Kepulauan Maluku-Maluku Utara, Benny Siregar.
Sebagai informasi, sebelum memasuki tahap penyusunan profil, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan bersama Burung Indonesia telah melakukan overview kick-off untuk mengidentifikasi dan menghimpun data awal mengenai kondisi keanekaragaman hayati di wilayah Tidore.
Saat ini, proses penyusunan dokumen memasuki tahap pengumpulan dan penguatan data pendukung yang melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah serta pemangku kepentingan terkait. Kehadiran Profil Keanekaragaman Hayati tersebut diharapkan dapat menjadi landasan dalam upaya perlindungan lingkungan, konservasi spesies, serta pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan di Kota Tidore Kepulauan.(@b) 

No More Posts Available.

No more pages to load.