El Niño Mengintai, BPBD Tidore Minta Warga Bersiap Hadapi Kekeringan dan Karhutla

oleh -476 Dilihat
oleh

TIDORE – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi kondisi cuaca kering yang dapat memicu kekeringan, krisis air bersih hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Imbauan tersebut disampaikan BPBD sebagai langkah antisipasi terhadap informasi prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi fenomena El Niño yang dapat memengaruhi pola curah hujan dan meningkatkan risiko kekeringan di sejumlah wilayah.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Abubakar, Selasa (1/9/2026), meminta masyarakat tidak menunggu sampai kondisi semakin parah untuk melakukan langkah mitigasi.
Menurutnya, ketersediaan air bersih perlu dijaga bersama dengan menerapkan pola penggunaan air secara bijak.
“Masyarakat diimbau menggunakan air bersih secara bijak, memaksimalkan penampungan air, serta menjaga kebersihan dan keamanan sumber-sumber air dari pencemaran,” kata Muhammad melalui imbauan resmi BPBD.
Tak hanya persoalan air bersih, ancaman lain yang perlu diantisipasi selama musim kering adalah kebakaran hutan dan lahan. Karena itu, warga diminta tidak melakukan pembakaran untuk membuka lahan, membersihkan kebun maupun membuang sampah.
BPBD juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, khususnya di kawasan hutan, semak belukar dan lahan yang kondisinya kering.
Di sektor pertanian, petani diminta menyesuaikan pola tanam dengan kondisi cuaca. Salah satunya dengan memilih jenis tanaman yang lebih mampu bertahan terhadap kondisi minim air, termasuk komoditas palawija.
“Perbaikan saluran irigasi juga penting dilakukan untuk mengoptimalkan distribusi air ke lahan pertanian,” ujarnya.
Untuk mencegah meluasnya kebakaran, BPBD mendorong masyarakat kembali mengaktifkan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) dan melakukan patroli di kawasan yang dinilai rawan terjadi karhutla.
Muhammad mengatakan, kewaspadaan masyarakat menjadi kunci dalam mendeteksi potensi bencana sejak dini. Karena itu, setiap munculnya titik api, krisis air bersih maupun dampak kekeringan lainnya harus segera dilaporkan.
Laporan dapat disampaikan melalui RT/RW, pemerintah desa atau kelurahan maupun instansi terkait. Untuk laporan dan informasi darurat, masyarakat dapat menghubungi nomor 0813 8274 4481 atas nama Soleman Sangaji.
Di tengah kondisi kekeringan, BPBD juga mengajak masyarakat Muslim untuk melaksanakan Shalat Istisqa sebagai ikhtiar spiritual memohon kepada Allah SWT agar diberikan hujan.
BPBD Kota Tidore Kepulauan menegaskan bahwa menghadapi ancaman bencana akibat cuaca kering tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Kesiapsiagaan masyarakat menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko sekaligus menjaga ketersediaan air dan keselamatan bersama.
Muhammad Abubakar yang akrab disapa M.A itu pun kembali mengingatkan masyarakat agar menjaga lingkungan sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko bencana.
“Jaga alam agar alam jaga kita.” (@b) 

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.