Bahasa Tidore Dapat Perhatian, Pemkot Tidore Raih Apresiasi Balai Bahasa Malut

oleh -302 Dilihat
oleh

TERNATE – Upaya Pemerintah Kota Tidore Kepulauan menjaga keberadaan Bahasa Tidore sebagai bahasa ibu mendapat apresiasi dari Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara.

Apresiasi tersebut diberikan melalui penghargaan kepada Wali Kota Tidore Kepulauan atas dukungan dan kerja sama dalam pelaksanaan Program Revitalisasi Bahasa Daerah Tahun 2026.
Penghargaan itu diterima Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan, Ismail Dukomalamo, pada Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Provinsi Maluku Utara Tahun 2026 di Ternate, Kamis (3/9/2026) siang.
Usai menerima penghargaan, Ismail mengatakan, penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas komitmen Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dalam mendukung program revitalisasi bahasa daerah yang dilaksanakan Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara.
Menurutnya, bahasa daerah tidak sekadar menjadi alat komunikasi. Di dalamnya terdapat identitas, nilai budaya dan kearifan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi.
“Bahasa daerah adalah kearifan lokal yang harus dihidupkan dan dilestarikan, karena bahasa menunjukkan jati diri daerah dan suatu bangsa,” ujar Ismail.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara yang terus mendorong pemerintah daerah untuk memberikan perhatian terhadap keberlangsungan bahasa daerah.
“Kami memberikan apresiasi kepada Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara atas penghargaan yang diberikan kepada Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dalam program Revitalisasi Bahasa Daerah Tahun 2026,” katanya.
Ismail berharap penghargaan tersebut tidak berhenti sebagai sebuah pencapaian, tetapi dapat menjadi pemantik semangat bagi masyarakat Kota Tidore Kepulauan untuk semakin mencintai dan menggunakan Bahasa Tidore.
Terlebih, Bahasa Tidore memiliki nilai kearifan lokal yang menjadi bagian dari identitas masyarakat dan sejarah panjang Kesultanan Tidore.
Karena itu, menurut Ismail, Bahasa Tidore perlu terus dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam komunikasi formal maupun nonformal.
“Semoga dengan adanya penghargaan ini dapat memberikan motivasi untuk Kota Tidore Kepulauan dalam merawat dan melestarikan Bahasa Tidore sebagai Bahasa Ibu yang memiliki nilai kearifan lokal,” ujarnya.
Ia menegaskan, keberadaan Bahasa Tidore merupakan bagian dari jati diri yang harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Bahasa Tidore adalah jati diri anak cucu Tidore dimanapun berada. Kami Bangga Berbahasa Tidore,” pungkas Ismail.(@b) 

No More Posts Available.

No more pages to load.