Pencak Silat Malut Mulai Bidik PON 2028, Talenta Muda Diburu dari Kejurda

oleh -433 Dilihat
oleh

Sofifi – Pemerintah Provinsi Maluku Utara mulai membidik pencak silat sebagai salah satu cabang olahraga yang dapat menyumbang atlet berprestasi di ajang nasional. Kejuaraan Daerah Pencak Silat Gubernur Cup II 2026 menjadi bagian dari upaya menyiapkan talenta menuju Pra-PON 2027 dan PON 2028.

Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe mengatakan pemerintah daerah berkomitmen membuka ruang yang lebih luas bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat olahraga. Menurut dia, sepanjang 2026 pemerintah provinsi telah mengalokasikan anggaran untuk menggelar lebih dari 10 kejuaraan daerah.
“Ini kesempatan terbaik buat anak-anak Maluku Utara, generasi muda Maluku Utara untuk bisa mengembangkan diri. Potensi, talenta-talenta yang selama ini tersembunyi ini diberikan ruang semaksimal mungkin,” kata Sarbin saat menutup Kejuaraan Daerah Pencak Silat Gubernur Cup II di Aula SMA Negeri 5 Sofifi, Senin, 7 September 2026.

Sarbin mengatakan pencak silat memiliki posisi khusus karena merupakan olahraga yang lahir dari tradisi dan budaya Indonesia. Karena itu, pembinaan atlet pencak silat dinilai tidak hanya berkaitan dengan prestasi, tetapi juga pembentukan karakter generasi muda.

Pemerintah, kata dia, akan mengambil peran dalam penyediaan fasilitas dan pembiayaan. Sementara organisasi olahraga bertanggung jawab memastikan proses pembinaan dan latihan berjalan secara berkelanjutan.
“Kita mungkin berbagi tugas: pemerintah memfasilitasi, pemerintah menyediakan pembiayaannya, dan pimpinan cabang olahraga terus memberikan ruang pelatihan secara bersambungan, berkelanjutan sehingga talenta kita akan terus berkembang dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Kejuaraan daerah tersebut juga diarahkan menjadi ajang pematangan atlet sebelum tampil pada kompetisi yang lebih tinggi. Sarbin berharap para atlet yang muncul dari kompetisi tingkat daerah dapat menembus persaingan nasional.

Target terdekat adalah Pra-PON pada 2027, sebelum Maluku Utara menghadapi PON 2028. Selain itu, para atlet diharapkan rutin mengikuti kejuaraan nasional agar pengalaman bertanding dan kemampuan mereka terus terasah.
“Itu harapan kita semua, mudah-mudahan anak-anak kita betul-betul terlatih dengan sebaik-baiknya,” kata Sarbin.

Ia juga meminta para atlet tidak berhenti berlatih hanya karena telah meraih gelar juara. Menurut Sarbin, mempertahankan prestasi justru lebih sulit dibandingkan merebutnya.
Bagi atlet yang belum meraih juara, Sarbin meminta mereka tidak patah semangat. Kekalahan dalam sebuah pertandingan, kata dia, harus menjadi bahan evaluasi untuk menghadapi kompetisi berikutnya.
“Mari kita jadikan momentum ini sebagai langkah untuk memajukan dunia olahraga, khususnya silat di Maluku Utara. Saya berharap dengan adanya peran kuat IPSI beserta seluruh jajaran akan mampu mencetak atlet-atlet terbaik pada saatnya,” ucapnya.

Penutupan Kejuaraan Daerah Pencak Silat Gubernur Cup II turut dihadiri Sekretaris Daerah Maluku Utara Samsuddin A Kadir, Ketua IPSI Maluku Utara Nirwan M.T. Ali, Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Zainuddin Kader, Kepala Dinas Kehutanan Basyuni Thahir, serta pelatih, dewan juri dan para atlet.

Pemerintah Provinsi Maluku Utara berharap pembinaan yang dilakukan secara berjenjang dapat memperbesar peluang lahirnya atlet pencak silat yang mampu bersaing di tingkat nasional sekaligus memperkuat kontingen Maluku Utara menuju PON 2028.(@b) 

No More Posts Available.

No more pages to load.