Bahasa Tidore Didorong Jadi Bahasa Mandiri, Pemkot Perkuat Peran Guru Lewat Bimtek

oleh -163 Dilihat
oleh

TIDORE – Upaya menyelamatkan bahasa daerah dari ancaman kepunahan mulai digerakkan lebih serius di Kota Tidore Kepulauan. Pemerintah daerah bersama Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara menggelar bimbingan teknis (bimtek) bagi pengajar utama bahasa daerah, Rabu (8/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan ini melibatkan guru SD dan SMP sebagai garda terdepan dalam pewarisan bahasa Tidore kepada generasi muda.

Wali Kota Tidore Kepulauan melalui Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Taher Husain, menegaskan bahwa bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi, melainkan identitas kolektif masyarakat Tidore yang tidak boleh hilang di tengah arus modernisasi.

Menurutnya, jika bahasa daerah tidak lagi digunakan, maka generasi berikutnya berpotensi kehilangan jejak budaya dan sejarahnya sendiri.

“Bahasa daerah adalah jati diri masyarakat. Kalau tidak dijaga, anak cucu kita bisa saja tidak lagi mengenal bahasa Tidore,” ujar Taher.

Lebih jauh, Taher menilai bimtek ini menjadi bagian penting dalam mendorong pengakuan Bahasa Tidore sebagai bahasa yang berdiri sendiri, bukan sekadar dialek dari Bahasa Ternate. Upaya ini dinilai strategis dalam memperkuat posisi bahasa Tidore di tingkat regional maupun nasional.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pelatihan semata, tetapi mampu menghasilkan dampak nyata di ruang-ruang kelas.

“Kami ingin guru-guru benar-benar menjadi motor penggerak, agar bahasa Tidore kembali hidup dan digunakan dalam keseharian,” tambahnya.

Di sisi lain, pemerintah juga menegaskan bahwa penguatan bahasa daerah tidak bertentangan dengan penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Keduanya justru harus berjalan beriringan.

Bimtek ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Tidore Kepulauan Jamil Hadi, pengajar bahasa daerah Yurna Idrus dan Ervan Widyas Saputra, serta sastrawan Rian Kamary.

Kegiatan ini juga dihadiri perwakilan Balai Bahasa Maluku Utara, pimpinan OPD terkait, serta para guru pengajar bahasa daerah se-Kota Tidore Kepulauan. (@b)

No More Posts Available.

No more pages to load.