Kadishub Tidore: Proyek Timbunan Terminal Payahe Selesai, Hasil Audit BPK Ditunggu

oleh -701 Dilihat
oleh

TIDORE — Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Tidore Kepulauan, Marsaid Idris, menegaskan bahwa pekerjaan proyek timbunan Terminal Tipe C Payahe telah diselesaikan sesuai dengan kontrak yang ditetapkan.

Marsaid menjelaskan, proyek tersebut mencakup dua item pekerjaan utama, yakni timbunan dan pembangunan area parkir. Seluruh proses pekerjaan, kata dia, berada dalam pengawasan ketat aparat penegak hukum dan lembaga pengawasan keuangan.

“Pekerjaan sudah selesai dan sudah diaudit oleh BPK. Kami masih menunggu hasilnya, sampai hari ini belum ada informasi ataupun panggilan terkait pekerjaan itu,” ujar Marsaid, Kamis (22/4/2026).

Ia menambahkan, pengawasan terhadap proyek tersebut turut melibatkan Kejaksaan serta Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Perwakilan Maluku Utara, guna memastikan pelaksanaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Menurut Marsaid, pihaknya juga telah melakukan pengecekan langsung di lapangan untuk memastikan kualitas pekerjaan, termasuk ketebalan timbunan dan tingkat kepadatan tanah.

“Secara teknis kami sudah turun langsung ke lokasi. Untuk mutu pekerjaan, semuanya diuji melalui laboratorium, baik untuk ketebalan tanah, beton, maupun tingkat kepadatan. Pengujian dilakukan oleh pihak kampus seperti Unkhair dan Muhammadiyah,” jelasnya.

Selain itu, ia memastikan bahwa lahan yang digunakan untuk pembangunan terminal telah dibebaskan sepenuhnya oleh Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan.

Meski demikian, Marsaid mengakui bahwa pekerjaan secara keseluruhan belum sepenuhnya rampung. Saat ini, progres pembangunan disebut belum mencapai 50 persen, dan penyelesaian timbunan ditargetkan tuntas pada tahun 2026.

“Untuk tahun ini kami fokus menyelesaikan timbunan. Setelah itu baru dilanjutkan pembangunan fisik terminal beserta area parkir yang seluruhnya menggunakan konstruksi beton,” katanya.

Adapun anggaran proyek timbunan dilakukan secara bertahap, yakni pada tahun 2024 sebesar Rp700 juta, tahun 2025 sebesar Rp3,1 miliar, dan direncanakan pada tahun 2026 sebesar Rp3,8 miliar.

Pemerintah daerah menargetkan seluruh pekerjaan timbunan dapat rampung pada 2026, sebelum dilanjutkan ke tahap pembangunan fisik terminal secara menyeluruh.(@b)

No More Posts Available.

No more pages to load.