Polisi Harus Tindak Tegas Kasus Tindak Pidana Kekerasan Seksual Anak Dubawah Umur

TIDORE – Kasus Kekerasan Seksual yang terjadi di Kota Ternate beberapa waktu lalu, dikecam Keras oleh Pemuda Pancasila Kota tidore Kepulauan.

Ketua Pemuda Pancasila Kota Tidore Kepulauan Faisal I.Doa menuturkan Pemuda Pancasila akan memberikan Bantuan Hukum/pendampingan Hukum terhadap pihak korban, untuk menjamin penegakan Hukum yang berkeadilan tanpa pandang bulu, dan juga memastikan agar proses penegakan Hukum terhadap palaku tindak pidana Kekerasan Seksual tersebut dapat dijerat dengan Hukum yang seberat-beratnya.

Menurut Sekretaris Pemuda Pancasila Kota Tidore Kepulauan, (Hafiz Ismail) mengatakan bahwa terkait pemerkosaan yang dilakukan oleh 7 orang terdahadap anak dibawah umur di Kelurahan Kelapa Pende, Kecamatan Ternate Selatan Kota Ternate harus diseriusi oleh penegak hukum dalam hal ini Polsek Ternate Selatan. Sebab kejahatan yang dilakukan oleh 7 oknum tersebut telah merusak mental, fisik maupun sosial, psikologis bagi anak.

Perlu dingat juga bahwa kekerasan seksual terhadap anak ini juga mengancam dan membahayakan pertumbuhan dan perkembangan anak dan juga termasuk mengganggu kehidupan sosial kemasyarakatan.

Kami Pemuda Pancasila Kota Tikep tetap kawal proses penegakan hukum oleh pihak kepolisian, agar dapat mewujudkan rasa keadailan bagi korban anak dan masyarakat. Imbuhnya,

Sementara Ketua Bidang Hukum Pemuda Pancasila Kota Tikep, Fahmi Albar (yang juga sebagai Advokat) mengatakan bahwa Polsek Ternate Selatan Harus seriusi dan tidak main-main dengan kasus pemerkosaan ini sebab tindakan pelaku kejahatan pemerkosaan ini telah merusak masa depan korban sehingga pelaku harus dijerat dengan hukuman pidana Maksimal.

Perbuatan pemerkosaan yang dilakukan oleh 7 oknum ini harus diancam dengan hukuman pidana maksimal sebagmaina termuat dalam pasal 81 UU Nomor 17 tahun 2016 perubahan ke dua atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Dimana dalam pasal 81 ayat 5 berbunyi dalam hal tindak pidana sebagaiman dimaksud dalam pasal 76D menimbulkan korban lebih dari 1 orang, mengakibatkan luka berat, gangguan jiwa, penyakit menular, terganggu atau hilangnya reproduksi dan atau korban meninggal dunia maka pelaku dipidana Mati, seumur Hidup atau Pidana Penjara paling singkat 10 Tahun dan paling Lama 20 Tahun.

Hal ini penting diterapkan pasal ini sebab untuk mendorong efek jerah bagi pelaku tindak kekerasan seksual tersebut dan juga untuk melindungi hak anak untuk kelangusngan hidup serta agar dapat menurunkan tingkat kekerasan seksusal terhadap anak dilingkungan masyarakat. (Red)