Soal Tudingan Adanya Anak Pejabat dalam Seleksi Paskibraka Tingkat Sekolah di SMK Negeri 1 Tidore, ini Penjelasannya

TIDORE KEPULAUAN – Adanya tudingan anak pejabat mengganti peserta yang sudah mengikuti seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat sekolah di SMK Negeri 1 Tidore, yang digantikan oleh Kepala Bidang Pemuda Dispora Tidore tidak lah benar.

Hal itu disampaikan Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tidore Kepulauan, Umar Zen kepada media ini saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (13/02/2020) siang kemarin.

Menurutnya, apa yang ditudingkan itu tidak benar, sebab nama-nama calon paskibraka keterwakilan sekolah yang di kirim pihak sekolah SMK Negeri 1 Tidore ke Dispora itu tidak di rubah. Bahkan nama yang dikirim tersebut melebihi dari jumlah kuota yang diminta oleh Dispora.

Dijelaskan, terkait dengan persiapan seleksi paskibraka tingkat Kota Tidore Kepulauan, pihaknya telah mengirimkan surat ke 37 sekolah di Kota Tidore Kepulauan untuk mengirimkan keterwakilan mereka guna mengikuti seleksi paskibraka tingkat kota tersebut.

“Makanya torang minta dari 37 sekolah SMA/SMK/MA negeri dan swasta di Kota Tidore Kepulauan dan juga di lihat dari jumlah siswa. Di SMA Negeri 1 itu torang (kami) minta 9 (sembilan). Kalau di SMK Negeri 1 torang minta 4 (empat), ternyata jadi masalah kemarin di facebook ini kan di SMK Negeri 1,” jelasnya.

“Jadi di SMK 1 kemarin ketika torang minta kuota 4 (empat), dorang kirim 8 (delapan) sehingga kegiatan ini ada di bidang pemuda. Kepala bidang kan pak Dade, jadi pak Dade bilang kalau bisa ngoni (mereka) kirim 4 (empat) saja sesuai dengan tong pe surat. Dade kemudian kase kembalikan surat ke sekolah untuk diminta kirim 4 (empat) peserta saja,” jelasnya, menambahkan.

Dijelaskan juga, walau begitu pihaknya tetap mengakomodir jumlah peserta paskibraka yang dikirim oleh SMK Negeri 1 Tidore tersebut dengan pertimbangan bila memenuhi kuota maka dikembalikan. Selain itu, masih masuk juga di tahap seleksi.

Dirinya menambahkan, atas tudingan yang disampaikan itu, ia telah menelpon Ketua PPI Provinsi Maluku utara, Mahli Aweng dengan maksud menayakan dari mana informasi tersebut didapat. “Namun yang bersangkutan belum mengangkat telepon dari saya. Sehingga tadi juga saya sudah ke sekolah bertemu dengan kepala sekolah dan kesiswaan, sekaligus dengan dua siswa bersangkutan,” bebernya.

Lanjutnya, ternyata pas ditanya ke kepala sekolah dengan kesiswaan, mereka mengatakan tidak ada yang mengganti. Bahkan, kepala sekolah, kesiswaan maupun kedua siswa tersebut sempat kaget karena baru mengetahui adanya informasi tersebut.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Tidore Ali Djumati saat dikonfirmasi media ini juga mengatakan hal yang sama. Bahkan dirinya menegaskan tidak ada pihak sekolah memilih antara anak pejabat dan mana yang tidak dalam seleksi paskibraka tingkat sekolah tersebut.

“Jadi di dalam sekolah kita tidak memilah antara mana anak pejabat dan mana yang tidak mampu dan sebagainya,” tuturnya.

Dirinya menjelaskan, sebenarnya di surat Dispora jelas bahwa kuota yang diberikan itu 4 (empat). Namun karena banyak potensi yang dimiliki anak-anak SMK Negeri 1 sehingga dirinya mengirimkan 8 (delapan) orang.

Karena banyak potensi anak-anak memiliki bakat dan sebagainya maka tong kirim delapan.

“Artinya kalau informasi tadi bahwa ada pergantian dari Dispora itu kan saya kira tidak betul karena kewenangan ada di sekolah. Begitu purna paskibraka seleksi abis, kepala sekolah bikin surat kemudian kirim sudah,” jelasnya.

“Jadi yang kita kirim sejumlah 8 (delapan) itu. Kalau kaitan menjawab informasi bahwa Dispora mengganti itu saya kira tidak ada karena 8 orang itu yang ikut seleksi,” jelasnya, menambahkan.

Dikatakannya, seleksi tingkat sekolah dilakukan selama 1 bulan dan diikuti 15 orang. Kemudian purna paskibraka di SMK Negeri 1 Tidore memasukan 4 nama sesuai dengan permintaan surat dari Dispora. Namun dirinya mengatakan ke purna untuk tidak memasukan 4 nama melainkan 8 nama.

“Karena saya curiga di sekoah lain akan dong kirim lebih kan seperti itu. Kemudian saya bilang di purna ambil tamba 4 lagi yang sudah jatuh supaya jadi 8, jadi tong kirim katas 8,” ungkapnya.

Dirinya pun kembali menegaskan bahwa tidak memilih mana anak pejabat dan bukan sebab kesemuanya memiliki potensi yang siap membawa nama baik SMK Negeri 1 Tidore.

“Di sekolah saya tidak memilah mana anak pejabat dan bukan. Karena bicara anak pejabat ini nanti di luar sekolah,” pungkasnya. (Red)

930 View



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *