Dinas Koperasi dan UKM Malut Gelar Diklat Manajemen Kelembagaan dan Usaha Koperasi

Kadis Koperasi dan UKM Malut Wa Zaharia ketika memberikan sambutan pembukaan kegiatan pelatihan menajemen kelembagaan dan usaha koperasi

SOFIFI – Menjaga pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19 dan mendorong para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Maluku Utara, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Malut melaksanakan Diklat Manajemen Kelembagaan dan Usaha Koperasi Se-Malut tahun 2020.

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas (Kadis) Koperasi dan UKM Malut, Wa Zaharia, S.STP, direncanakan berlangsung selama dua hari di Aula Balatkop dinas Koperasi dan UKM Malut di Sofifi dan diikuti 50 orang peserta pengelolaan koperasi se-Malut yang langsung dibimbing Ruliyanto Syahrain salah satu Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Khairun Ternate dan satu pemateri yang disiapkan dari internal Dinas Koperasi dan UKM Malut.

Drs. H. Saleh Safi, Ketua panitia pelaksana kegiatan dalam laporannya mengatakan, dasar hukum pelaksanaan pelatihan ini berdasarkan surat keputusan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Malut, nomor:51/KPTS/DKUKM/2020, tanggal 20 Oktober 2020 tentang pengangkatan panitia penyelenggara pelatihan manajemen kelembagaan dan usaha koperasi.

“Tujuan dilaksanakan Diklat ini guna dapat meningkatkan kemampuan pengelolaan koperasi dalam melaksanakan tugas dan fungsiny agar dapat melakukan pengembangan koperasi baik dari sektor manajemen kelembagaannya maupun sektor usahanya,”ujar Saleh Safi yang juga Kepala Seksi Fasilitasi dan Usaha Koperasi di Sofifi, Kamis (22/10/20).

Dikatakannya, pelaksanaan kegiatan ini menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2020 yang melekat pada dinas Koperasi dan UKM Malut, “tutupnya mengakhiri laporan tersebut.

Kadis Koperasi dan UKM Malut Wa Zaharia mengatakan, program pemberdayaan koperasi dan UMKM merupakan bagian integral dalam pembangunan nasional yang bertujuan mewujudkan masyarakat adil dan makmur.

Selaras dengan itu, kebijakan yang berpijak pada koperasi dan UMKM telah menjadi harapan yang berkembang luas ditenggah tumbuhnya kesadaran dan perhatian masyarakat terhadap nasib ekonomi rakyat.

Menurutnya, salah satu kendala koperasi yang masih kurang saat ini yaitu, pembinaan terhadap kinerja koperasi terutama masalah manajemen kelembagaan secara internal pada koperasi itu sendiri, bahkan masih ada koperasi yang tidak memperhatikan tentang pentingnya manajemen kelembagaan,”jelasnya.

Padahal, manajemen kelembagaan merupakan bagian penting dalam pengelolaan usaha koperasi dan mempunyai peran penting dalam melakukan pembinaan secara internal.

Lanjut Kadis, Ketersediaan anggota koperasi yang mempunyai kemampuan pengetahuan tentang fungsi-fungsi manajemen kelembagaan dalam koperasi memang menjadi kendala ketika melakukan usaha koperasi.

Dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia di dunia koperasi, Dinas Koperasi dan Usaha Koperasi akan terus meningkatkan kualitas para pengelola koperasi sehingga diharapkan dapat melakukan fungsi-fungsi manajemen kelembagaan yang benar dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Olehnya itu, kami berharap perlu adanya perhatian serius dari para peserta terhadap materi yang di sampaikan narasumber sehingga dapat diterapkan pada koperasi masing-masing setelah selesai mengikuti Diklat ini.

Sementara, Kabid Pemberdayaan Koperasi dan UKM Malut, Deny S. Royani ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya mengatakan, sangat mendukung atas dilaksanakan kegiatan Diklat Manajemen Kelembagaan dan Usaha Koperasi ini.

“Walaupun saat ini kita menghadapi bencana non alam, namun ini tidak menyurutkan semangat kita untuk terus maju. Olehnya itu, setelah ini kita akan terus melakukan koordinasi dalam mengahadapi tantangan, pokoknya tantangan dalam bentuk apapun itu kita harus siap.

Sebab, koperasi merupakan penopang ekonomi Indonesia, karena itu dengan bagaimana caranya kita akan terus berupaya. (**)

129 View



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *