Sah! Empat Kepala Daerah Maluku Utara Bakal di Lantik Non Virtual di Sofifi

SOFIFI – Usulan Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Pemprov Malut) untuk melakukan pelantikan tiga Bupati dan Wakil Bupati serta satu Walikota dan Wakil Walikota di Kemendagri akhirnya disetujui non virtual atau secara langsung. Karena itu, pelantikan yang sebelumnya direncanakan secara virtual dibatalkan.

Keputusan tersebut disampaikan melalu rapat virtual Zoom meeting Pemprov Malut bersama Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Drs. Akmal Malik yang juga di hadiri 34 provinsi se-Indonesia, Rabu 24 Januari 2021.

Olehnya itu, Akmal Malik, meminta kepada 34 Provinsi se-Indonesia untuk menyampaikan kesiapan dan permasalahan pelaksanaan pelantikan Bupati/Wakil Bupati dan Wali Kota/Wakil Walikota di daerah masing-masing.

Dalam rapat tersebut Sekertaris Darah provinsi Malut yang diwakili Staf Ahli Bidang Hukum Politik dan Pemerintahan Ir. Idam Umasangadji kepada Kemendagri menjelaskan bahwa kondisi jaringan internet di beberapa kabupaten kota tidak memungkinkan untuk pelaksanaan pelantikan secara virtual, termasuk kondisi jaringan di Ibukota ProvinsiSofifi yang belum memadai, hal ini ditakutkan akan menghambat saat proses pelantikan virtual berlangsung,”jelasnya.

Selain itu, ditakutkan adanya potensi pengelompokan masa pendukung Bupati/Wakil Bupati dan Walikota/Wakil Walikota terpilih dan masyarakat setempat yang sangat besar dan tidak bisa dihindari dan dikendalikan saat proses pelantikan berlangsung, kondisi ini justru berpotensi menabrak protokol kesehatan serta terjadinya potensi penyebaran Covid-19 secara masif dan cepat.

“Apalagi kondisi cuaca ekstrim pada beberapa minggu terakhir di wilayah provinsi Malut sesuai rilis BMKG yang dipastikan akan mengganggu kondisi jaringan internet saat proses pelantikan virtual berlangsung,”katanya.

Dengan begitu, menurut Idham, bila pelaksanaan pelantikan dilaksanakan secara langsung di Sofifi, maka Pemprov Malut dapat membatasi dan mengkondisikan jumlah orang yang terlibat dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Aatas pertimbangan tersebut, Pemprov Malut akan melaksanakan Pelantikan secara langsung oleh Gubernur Malut KH. Abdul Gani Kasuba di kantor gubernur Malut di Sofifi dengan menggunakan prorotkol kesehatan ketat pada Jumat (26/2/21) besok.

Sementara, Dirjen otonomi Daerah Kemendagri Drs. Akmal Malik usai mendengarkan penyampaian Pemprov Malut langsung mendukung dan
menyetujui usulan Pemprov Malut.

Sebelum mengakhiri penyampaiannya, Akmal Malik, berpesan agar Pemprov Malut selalu tetap mentaati semua protokol kesehatan maupun saat pelaksanaan pelantikan dilangsungkan,”tutupnya.

Diketahui, persetujuan pelantikan ini sesuai putusan KPU dari hasil pemenang pilkada serentak tahun 2020 kemarin. Keempat
bupati dan wakil bupati diantaranya, walikota dan wakil walikota Kota Tidore Kepulauan Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen, bupati dan wakil bupati Halmahera Barat James Uang dan Djufri Muhammad, bupati dan wakil bupati Taliabu Aliong Mus dan Ramli, serta bupati dan wakil bupati Halmahera Timur Ubaid Yakub dan Anjas Taher. (**)

108 View

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *