Antisipasi Kekerasan Terhadap Permpuan dan Anak, Ketua Forspar Malut Gelar P2K2 di Akesahu

TIDORE – Program Keluarga Harapan (PKH) Kota Tidore bersama Forum Studi Perempuan Maluku Utara (FORSPAR Malut) menggelar Pertemuan Peningkatan Kapasitas Keluarga (P2K2) yang dilangsungkan dengan tema “Menjadi Perempuan Tangguh”, yang berlangsung di Pantai Wisata Akesahu, Sabtu (3/4/2021) kemarin.

Melalui siaran pers yang dikirim melalui aplikasi tukar pesan WhatsApp, Senin (5/4/2021), Pendamping PKH Kecamatan Tidore Astri Hasan, mengatakan tujuan digelar kegiatan ini untuk memberikan edukasi kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH terkait keperempuanan “agar mereka mampu berdaya dalam melaksanakan peran sebagai perempuan, serta mensosialisasi Peraturan Daerah yang dapat melindungi mereka disaat mengalami kekerasan,”tuturnya.

Astri juga mengatan Kegiatan peningkatan Kapasitas Keluarga Penerima Manfaat (KPM) ini juga menggandeng FORPAR Malut, PPA Tidore dan Perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan & Anak Kota Tidore Kepulauan untuk menjadi narasumber, yang dengan spesifik FORSPAR Malut memaparkan kasus kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Kota Tidore Kepulauan, sedangkan Perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan & Anak memaparkan Peraturan Daerah Perlindungan Perempuan & Anak Korban Kekerasan,”jelasnya.

Astri juga mengatakan kegiatan peningkatan Kapasitas KPM yang mayoritas adalah Ibu Rumah Tangga dengan mengusung Tema Menjadi Perempuan Tangguh; Peran dan Tantangan ini terakumulasi pada modul P2K2 Pengasuhan dan Pendidikan Anak serta Modul Perlindungan Anak, “Dengan adanya peningkatan Kapasitas ini, harapan kami para Ibu Rumah Tangga yang terhimpun dalam Kelompok Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dapat mengaktualisasikan perannya sebagai perempuan yang berdaya, serta mendapat edukasi yang baik dalam mendidik anak,”jelas Astri.

Sementara itu Direktur Forum Studi Perempuan Maluku Utara (FORSPAR Malut) Hadinda Usman dalam kegiatan tersebut mengatakan FORSPAR Malut sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat yang bergerak di bidang Pendampingan Korban Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak akhir-akhir ini melihat peningkatan kasus kekerasan terhadap anak perempuan semakin marak.

“langkah untuk mencegah terjadinya kasus kekerasan terhadap anak, perlu adanya ketegasan orang tua dalam mengawasi aktivitas anak, terutama di media sosial (handphone), jangan sampai kesibukan orang tua sehingga lupa mengawasi anak,” Tegas Hadinda.

Hadinda, juga menambahkan soal peran Pemerintah dalam hal ini Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kota Tidore Kepulauan agar mampu melihat kondisi persoalan secara riil dan lebih ditingkatkan lagi. Kepekaan dalam bentuk eksekusi aksi nyata, baik dalam sosialisasi Peraturan Daerah maupun membangun sinergitas lembaga.

FORSPAR Malut yang juga menjadi salah satu LSM yang turut mendorong Perda Perlindungan Perempuan dan Anak di Kota Tidore Kepulauan untuk disahkan, jadi kami berharap dari Dinas juga harus gencar memberikan sosialisasi dan aksi nyata yang tertuang dalam Perda tersebut,” tutup Hadinda.(@b)

94 View

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *