Jelang Ramadhan, Ini Saran Kepala BPOM Malut Saat Berbelanja

SOFIFI – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Maluku Utara (Malut), Tri Wandiro, S. Farm mengatakan, menjelang awal ramadhan dirinya bakal membentuk tim guna melakukan Intensifikasi pengawasan keamanan pangan di 10 kabupaten/kota di Malut.

Menurutnya, kegiatan tersebut akan mulai dilakukan dalam Minggu ini samapi menjelang hari Raya Idul Fitri, kegiatan seperti ini merupakan kegiatan rutin setiap tahunnya, “terangnya.

Tri Wandiro mengaku, pengawasan terhadap pangan akan dilakukan secara intensif, baik dilakukan pada ritel atau pada distributor di gudang-gudang khususnya pada wilayah tertentu yang memiliki gudang seperti di Ternate.

Sementara untuk daerah yang tidak memiliki gudang, maka kita bakal menyasar ke rite atau aktivitas pemasaran produk, baik itu di pasar tradisional atau pasar moderen seperti di mol dan toko-toko, semua itu kita akan awasi apalagi menjelang bulan suci ramadhan dan Idul Fitri.

Menurut Tri Wandiro, menjelang Ramadhan ini dirinya belum menerima laporan yang masuk, tetapi kalau ditahun-tahun sebelum ada laporan prodak-prodak yang bisa dikatakan itu kadaluarsa atau prodak yang sudah rusak.

“BPOM sendiri kalau Intensifikasi lebih khusus di bulan puasa dan hari raya, kemudian pada perayaan natal dan tahun baru, biasanya untuk dua momen tersebut kita lebih intensif,”kata Kepala BPOM Malut.

Walaupun dirinya baru saja ditugaskan di Malut, beberapa waktu lalu ia sempat mendapat laporan saat perayaan natal dan tahun baru, bahkan ketika dirinya turun kelapangan sepat ada temuan temuan seperti kerusakan prodak tersebut,”ujarnya.

Berdasarkan data kemarin, kata Tri Wandiro, hampir separuh kabupaten kota di Malut, termasuk di Ternate, apalagi Kota Ternate sebagai pusat distribusi. Karena itu kabupaten kota yang ada di Malut, BPOM Provinsi akan terus melakukan pengawasan.

Selain itu, kita juga akan melakukan Pengawasan terhadap prodak makanan-makanan menjelang buka puasa menjelang bulan suci Ramadhan dari bahan-bahan berbahaya, seperti formalin, boraks, prodamil, sama metalilo.

Tak hanya itu, selain melakukan pengawasan BPOM Malut juga akan melakukan edukasi untuk para penjual guna dalam melakukan penjualan makanan berbuka puasa agar lebih menjaga higienitasnya. “Apalagi kadang dipinggir jalan mereka kadang tidak menggunakan penutup, atau berjualan tidak menggunakan masker dan tidak menggunakan sarung tangan

Karena itu, kami akan melakukan edukasi kepada parah penjual disamping itu kita melakukan pemeriksaan terhadap produknya terkait dengan 4 parameter berbahaya.

Dalam menghadapi bulan ramadhan, dirinya mengimbau agar warga tidak terlalu belanja berlebihan untuk pangan sehingga akan menyebabkan kekosongan stok.

Sebelum membeli makanan atau minuman, jangan lupa untuk mengkroscek kemasannya, dan izin edar, bahkan jangan tergiur dengan barang promosi atau diskon yang dijual dengan murah tetpi sudah mendekati masa kadaluarsanya tinggal satu Minggu atau dua Minggu.

Menurutnya, hal tersebut ditakutkan jangan sampai kita kelupaan sehingga melewati masa kadaluarsanya yang ditakutkan saat dikonsumsi akan menggangu kesehatan.

Olehnya itu, ia meminta agar masyarakat, jadilah masyarakat yang cerdas yang dapat memilih obat dan makan yang akan di konsumsi.

Sementara, menjelang Ramadhan disarankan memilih tempat penjual yang menjaga kebersihannya, kalau berjualan di pinggir jalan pilihlah yang menggunakan penutup dan jika membeli gorengan jangan yang dibungkus menggunakan kantong plastik hitam atau yang di alaskan menggunakan kertas koran, Karen itu juga dapat berbahaya bagi kesehatan. (*)

 

103 View

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *