Staf Ahli Gubernur Launching Proper ‘KAPITA’ Gagasan Sekprov Malut


TERNATE – Gubernur Maluku Utara KH. Abdul Gani Kasuba yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Ir. Abuhari Hamzah secara resmi melaunching Data Potensi Investasi “KAPITA” degan Barcode atau Qrcode yang di gagas Sekertaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Drs. Samsuddin Abdul Kadir.

Kegiatan yang berlangsung di ruang Aula Royal Resto Ternate, Selasa (15/11/22), dihadiri Forkopimda Maluku Utara, Sultan Jailolo, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah Maluku Utara dan Kabupaten Kota di tiga daerah yang menjadi lokus proyek perubahan yaitu; Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan dan Kabupaten Halmahera Barat serta para tim eksternal dan internal Kapita.



Kegiatan launching proyek perubahan KAPITA dengan barcode atau Qrcode dalam rangka pelatihan kepemimpinan nasional tingkat I angkatan LIV lembaga administrasi negara yang sementara diikuti oleh Samsuddin Abdul Kadir.

Dalam sambutan Gubernur, Ir. Abuhari Hamzah menyampaikan permohonan maaf gubernur karena tidak berkesempatan hadir dalam kegiatan tersebut.

Dia kemudian melanjutkan, dalam rangka launching data potensi investasi kapita yang diselenggarakan oleh LAN Republik Indonesia ini, semoga proyek perubahan yang dilakukan oleh Sekda Provinsi Maluku Utara dapat berjalan dengan baik dan berhasil dengan sukses.

Pelatihan kepemimpinan nasional tingkat I yang dilaksanakan oleh lembaga administrasi negara (LAN) ini adalah proses untuk mencapai suatu persyaratan kompetensi kepemimpinan aparatur pemerintahan yang sesuai dengan jenjang jabatan struktural yaitu jabatan eselon satu sehingga punya daya berpikir untuk dapat menciptakan visi menjadikan landasan dalam melaksanakan pekerjaan.

Proses dalam pendidikan kepemimpinan ini salah satu bagian yang berkaitan dengan proyek leader atau proyek perubahan yang dilakukan dalam beberapa tahapan dan pada hari ini telah masuk dalam tahapan launching,”urainya.



Gubernur berharap, dengan launching yang dilakukan pada hari ini dapat dijadikan suatu ukuran terbaik bagi proyek leader, semoga mendapatkan hasil yang maksimal dan dapat di implementasikan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab untuk membangun provinsi Maluku Utara.

Sementara, Sekertaris Daerah Provinsi Maluku Utara Drs. Samsuddin Abdul Kadir yang juga sebagai projet leader, dalam laporannya mengucapakan terima kasih atas kerja sama tim eksternal dan internal serta semua stakeholder yang terlibat dalam proyek implementasi perubahan sehingga pada hari ini kita berada pada tahap akhir yakni penyusunan laporan dan launching.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung proyek perubahan dengan judul Kolaborasi antar pemerintahan tiga daerah di Maluku Utara untuk mencapai kesejahteraan,” ucap Sekda.

Dalam proyek perubahan ini Kapita ada empat pengertian yakni kapita merupakan kepanjangan dari kolaborasi antara pemerintahan tiga daerah, kemudian kapita adalah energi kepemimpinan atau pemimpin yang mempunyai energi kemampuan, kemudian kapita juga sebagai keterwakilan kepemimpinan untuk mendukung roda kekuasaan kesultanan.

Sekda berharap, Semoga kepemimpinan kapita ini bisa mendorong kerjasama dan terlaksana dengan baik, kapita juga diartikan sebagai sumber daya atau sesuatu yang bersifat kebendaan sehingga orang selalu mengatakan sumber daya pilihan yaitu Kapita Selekta.

Aparatur merupakan undang-undang yang aktif, sedangkan peraturan perundang-undangan adalah aparatur yang pasif sehingga apapun yang dilakukan harus benar-benar berdasarkan peraturan dan perundang-undangan, melalui potensi investasi kapita ini juga melakukan relasi dengan pihak swasta sebab swasta lebih efesien dalam bekerja dan mendatangkan keuntungan dimana keuntungan yang sama dilakukan oleh pemerintah.

Kita kalau tidak segera melakukan inovasi atau perubahan yang diimplementasikan dalam proyek perubahan yang kita buat, baik melalui pendidikan atau inovasi di dinas masing-masing maka lama kelamaan pemerintah akan tertinggal atau di tinggalkan

Oleh karena itu dalam kesempatan ini kami bersama-sama tim internal dan eksternal serta stakeholder terkait telah selesai menyusun peraturan gubernur tentang kerjasama ini berupa MOU dan Perjanjian Kerjasama.


Penyerahan SK Gubernur oleh Sekertaris Daerah sebagai projet leader kepada Staf Ahli Gubernur, Ir. H. Abuhari Hamzah.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan penyerahan SK Gubernur oleh Sekertaris Daerah sebagai projet leader kepada Staf Ahli Gubernur, penyerahan naskah MOU dari projet leader kepada Ketiga Kepala daerah yakni Kota Ternate, Tidore Kepulauan dan Halmahera Barat, serta penyerahan naskah PKS dari projet leader kepada Kadis Perikanan, Kadis Pariwisata dan Kadis Pertanian di tiga daerah. (*)

79 View

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *