Memetakan Masa Depan Tenaga Kerja Maluku Utara: Tantangan dan Strategi Transformasi

oleh -1109 Dilihat
oleh

TERNATE– Dalam seminar bertajuk Menghadapi Dunia Kerja yang digelar di Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU), Marwan Polosiri, Kadis Nakertrans Provinsi Maluku Utara, bersama Rektor UMMU, memaparkan langkah strategis untuk mengoptimalkan sumber daya manusia (SDM) di Maluku Utara. Fokus utama diskusi adalah memastikan bahwa perencanaan tenaga kerja dan pelatihan berbasis kompetensi dapat menjawab kebutuhan industri lokal yang terus berkembang.

Perencanaan Tenaga Kerja Makro dan Mikro

Dalam presentasinya, Marwan menjelaskan pentingnya dokumen perencanaan tenaga kerja sebagai fondasi intervensi program ketenagakerjaan yang tepat sasaran. Perencanaan makro mencakup pengelolaan tenaga kerja di 10 kabupaten/kota di Maluku Utara, sedangkan perencanaan mikro melibatkan seluruh perusahaan lokal.

“Pendekatan ini bertujuan menciptakan sinergi antara pemerintah, lembaga pelatihan, dan industri dalam menjawab tantangan pasar kerja,” jelas Marwan.

Program Pelatihan dan Produktivitas

Sejak 2020, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Maluku Utara telah melatih lebih dari 2.275 peserta melalui berbagai program pelatihan. Meski target RPJMD 2024 adalah 3.000 peserta, realisasi hingga kini baru mencapai 75,83%.

Jenis pelatihan yang diberikan meliputi:

1. Keterampilan Operasional: Pelatihan operator alat berat, dump truk, komputer, dan kelistrikan.

2. Kewirausahaan: Tata boga, tata rias, menjahit, agribisnis, hingga perikanan air tawar.

Selain itu, peningkatan sarana pelatihan menjadi prioritas, seperti bantuan ekskavator untuk LPKS di Ternate, mesin jahit di Sofifi, serta komputer dan peralatan kecantikan bagi lembaga pelatihan lainnya.

Mengatasi Ketimpangan SDM Lokal

Maluku Utara menghadapi tantangan besar dalam menyediakan SDM yang sesuai dengan kebutuhan sektor hilirisasi tambang. Data menunjukkan bahwa tingkat pengangguran terdidik masih tinggi, terutama pada lulusan pendidikan menengah.

“Perlu ada kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan kualitas SDM melalui pendidikan vokasi, politeknik, dan pelatihan teknis yang relevan,” ujar Rektor UMMU.

Strategi Masa Depan

Marwan menekankan pentingnya adaptasi terhadap digitalisasi dan revolusi industri 4.0. Ia juga menyoroti perlunya konsultansi produktivitas bagi UMKM, pengukuran produktivitas perusahaan kecil, serta penghargaan seperti Sidakarya dan Paramakarya sebagai insentif peningkatan kinerja perusahaan.

“Tanpa perencanaan matang dan pelibatan aktif semua pihak, Maluku Utara akan terus tertinggal dalam memanfaatkan potensi besar sektor tambang dan industri lainnya,” pungkas Marwan.

Melalui seminar ini, diharapkan langkah nyata dalam meningkatkan kompetensi dan produktivitas tenaga kerja Maluku Utara dapat segera diwujudkan, menjadikan provinsi ini sebagai pemain utama dalam peta ekonomi nasional.(@b)

No More Posts Available.

No more pages to load.