Tongkat Estafet di Rumah Data Warga Tidore

oleh -33 Dilihat
oleh

TIDORE – Hari itu aula Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tidore Kepulauan terasa berbeda. Bukan sekadar acara seremonial, melainkan ruang pertemuan antara masa lalu yang ditutup dengan hormat dan masa depan yang disambut dengan harapan. Serah terima jabatan Kepala Dinas Dukcapil dari Hj. Sunaryah Saripan kepada H. Rudy Ipaenin menjadi penanda pergantian estafet pelayanan administrasi kependudukan di daerah ini.

Sunaryah memasuki purna bhakti setelah bertahun-tahun memimpin kantor yang mengurus denyut paling dasar kehidupan warga: identitas. Di tangannya, urusan KTP, akta, dan kartu keluarga tidak pernah diperlakukan sebatas lembar kertas. Ia kerap mengingatkan bahwa setiap dokumen adalah pintu menuju hak akses pendidikan, kesehatan, bantuan sosial, hingga martabat sebagai warga negara.

Karena itulah perpisahan kemarin dipenuhi rasa haru. Para pegawai menyebutnya bukan hanya pimpinan, melainkan “ibu” bagi keluarga besar Dukcapil. Jejak pengabdiannya tidak semata terlihat pada deretan penghargaan dan capaian kinerja, tetapi pada cara ia membangun kultur kerja: teliti namun ramah, tegas namun penuh empati.

Selain melepas Sunaryah, momen itu juga menjadi salam perpisahan bagi dua kepala bidang, Hj. Ratna Dewi dan Yanto Kasman, yang mendapat amanah baru di tempat berbeda. Bagi Dukcapil, kepergian mereka bukan kehilangan, melainkan bukti bahwa institusi ini terus melahirkan aparatur berkapasitas. “Di mana pun bertugas, semangat melayani akan tetap melekat,” begitu pesan yang berulang terdengar.

Tongkat estafet kini berada di tangan Rudy Ipaenin yang ditunjuk wali kota sebagai Pelaksana Tugas. Ia datang bukan dengan janji besar, melainkan kesadaran bahwa Dukcapil adalah wajah negara yang paling dekat dengan rakyat. Setiap antrean warga, setiap keluhan tentang data, adalah cermin kualitas pemerintah.

Di hadapan jajaran ASN dan tenaga non-ASN, Rudy mengajak untuk menjaga soliditas dan profesionalisme. Program yang telah dirintis pendahulunya akan dilanjutkan, sembari membuka ruang inovasi agar layanan makin tertib, akurat, dan membahagiakan. Ia memahami, kepercayaan publik dibangun dari hal sederhana: senyum petugas, kecepatan proses, dan kepastian informasi.

Serah terima itu akhirnya bukan sekadar pergantian nama di papan kantor. Ia adalah pengingat bahwa pelayanan publik adalah kerja panjang lintas generasi. Di Dukcapil Tidore, cerita pengabdian Sunaryah berakhir dengan terhormat, sementara bab baru di bawah kepemimpinan Rudy baru saja dimulai dengan harapan agar setiap warga pulang membawa lebih dari selembar dokumen: rasa dihargai sebagai manusia. (@b)

No More Posts Available.

No more pages to load.