Kapal Mengalami Kendala, Tol Laut Kandas di Pelabuhan Goto

oleh -336 Dilihat
oleh

TIDORE —  Sebuah kapal tol laut mengalami kendala saat hendak bersandar di perairan Pelabuhan Goto, Kamis (9/4/2026) pagi. Kapal tersebut dilaporkan kandas sekitar pukul 07.30 WIT, sebelum akhirnya berhasil keluar dari posisi tersebut pada pukul 08.00 WIT.

Pelaksana Tugas Kepala KUPP Kelas II Soasio, A. Rahim Taha, menjelaskan bahwa kapal tersebut berasal dari Namlea dan tengah menuju dermaga saat insiden terjadi.

Berdasarkan keterangan kru dan nahkoda, kapal berada terlalu dekat dengan daratan ketika memasuki area pelabuhan. Di lokasi tersebut terdapat kawasan terumbu karang atau reep yang dalam istilah lokal Tidore dikenal sebagai “nyare”, tepatnya di sekitar tanjung. Upaya menghindari area tersebut justru membuat kapal kehilangan posisi dan kandas sebagian.

“Syukurnya kapal hanya kandas sebagian, tidak sepenuhnya,” ujar Rahim.

Ia menilai, insiden ini dipicu oleh kelalaian dalam perhitungan jalur pelayaran. Faktor pengalaman nahkoda yang dinilai belum memadai di perairan Tidore juga disebut turut berkontribusi.

“Ini murni kesalahan perhitungan. Nahkoda juga belum berpengalaman di wilayah ini,” tegasnya.

Pihak KUPP Soasio, lanjut Rahim, akan memanggil pihak kapal untuk dimintai keterangan resmi setelah proses sandar selesai. Evaluasi akan dilakukan melalui berita acara guna memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.

Ia juga mengungkapkan bahwa kapal tersebut sebelumnya telah beberapa kali memasuki wilayah Tidore, namun tidak melakukan pemberitahuan awal kepada pihak pelabuhan.

“Sudah tiga kali masuk, tapi tidak ada pemberitahuan sebelumnya,” katanya.

Terkait layanan jasa pandu, Rahim menjelaskan bahwa fasilitas tersebut hingga kini belum tersedia di wilayah Maluku Utara, termasuk di Tidore. Jasa pandu umumnya hanya tersedia di pelabuhan tertentu sebagai bagian dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Selain itu, saat kejadian kapal diketahui belum mengantongi Surat Perintah Masuk (SPM). Kapal yang kandas tersebut merupakan kapal tol laut yang juga melayani pelayaran reguler, dengan muatan sembilan bahan pokok serta material bangunan. Kapal itu bertuliskan “Muara Mas” Makassar dan diketahui berlayar dari Surabaya.

Sebagai langkah antisipasi, KUPP Soasio berencana memasang tanda darurat di sekitar titik rawan. Upaya ini akan dikoordinasikan dengan Distrik Navigasi Ambon untuk pengusulan rambu suar guna meningkatkan keselamatan pelayaran.

“Ke depan kami upayakan pemasangan tanda darurat dan melalui Kantor Distrik Navigasi Ambon akan mengusulkan rambu suar agar kapal-kapal yang masuk bisa lebih aman dan kejadian seperti ini tidak terulang,” pungkas Rahim. (@b)

No More Posts Available.

No more pages to load.