Seleksi Tiga Zona Rampung, Persikota Tidore Siap Tempur di Porprov Halut

oleh -237 Dilihat
oleh

TIDORE — Proses panjang dan berlapis akhirnya menemui titik terang. Tim Persikota Kota Tidore Kepulauan untuk ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di Halmahera Utara resmi terbentuk setelah melalui seleksi ketat di tiga zona, Jumat (17/4/2026).

Di balik terbentuknya skuad ini, tersimpan kerja sunyi para pemain muda yang berjuang membuktikan diri di lapangan. Tak ada jalan pintas. Hanya kemampuan, disiplin, dan konsistensi yang menjadi tiket utama menuju tim inti.

Pelatih kepala, Mukhlis Ohoirat—yang akrab disapa ULis—menyadari betul makna dari kepercayaan yang kini berada di pundaknya. Ia menyebut tugas ini bukan sekadar peran teknis, melainkan tanggung jawab moral untuk membawa nama daerah.

“Ini kehormatan besar. Tapi juga tanggung jawab yang tidak ringan,” ujarnya singkat, menahan euforia.

Seleksi yang digelar di Pulau Tidore dan daratan Oba bukan sekadar penjaringan pemain, melainkan juga upaya merajut pemerataan pembinaan sepak bola. Dalam proses itu, ratusan energi muda disaring melalui standar yang sama: kualitas di atas segalanya.

ULis menegaskan, tidak ada ruang bagi intervensi dalam proses tersebut. Semua keputusan berdiri di atas kebutuhan tim dan penilaian objektif tim pelatih.

“Semua murni dari apa yang mereka tunjukkan di lapangan,” katanya.

Target juara yang dibebankan oleh Askot PSSI Tidore pun disikapi dengan kepala dingin. Bagi ULis, ambisi harus tetap berpijak pada realitas.

“Kami akan berusaha maksimal. Selebihnya, kami butuh doa dan dukungan,” ucapnya.

Di sisi lain, Ketua Askot PSSI Tidore, Ardiansyah Fauji, melihat proses ini sebagai langkah penting dalam membangun fondasi jangka panjang sepak bola daerah. Ia mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat sejak tahap awal seleksi.

Menurutnya, antusiasme pemain muda terlihat jelas dari jumlah peserta: sekitar 34 pemain di zona Tidore dan 62 pemain di zona Oba. Angka itu bukan sekadar statistik, melainkan cerminan harapan.

“Mereka ini aset masa depan. Dalam lima sampai sepuluh tahun ke depan, mereka bisa menjadi tulang punggung sepak bola Tidore,” ujarnya.

Ardiansyah juga menegaskan bahwa seluruh proses seleksi diserahkan sepenuhnya kepada tim teknis yang dipimpin pelatih berlisensi A. Ia ingin memastikan bahwa kredibilitas tetap menjadi pijakan utama dalam setiap keputusan.

Kini, setelah semua tahapan dilalui, rasa bangga bercampur haru menyelimuti perjalanan panjang tersebut. Tantangan yang datang silih berganti justru memperkuat tekad kolektif untuk terus melangkah.

“Mereka yang ikut dari awal tahu betul betapa sulitnya proses ini. Tapi semangat untuk mengabdi pada daerah membuat kita tetap bertahan,” katanya.

Dengan satu tim terbaik yang telah terbentuk, harapan kini mengarah ke Halmahera Utara. Bukan hanya untuk mengejar prestasi, tetapi juga untuk membuktikan bahwa kerja keras, proses yang jujur, dan semangat kebersamaan mampu melahirkan tim yang layak diperhitungkan. (@b)

No More Posts Available.

No more pages to load.