Dabus Akbar ke-5 di Topo, Spirit Agama dan Budaya Menguatkan Persatuan Warga Tidore

oleh -815 Dilihat
oleh

TIDORE — Malam akhir pekan di Kelurahan Topo, Kecamatan Tidore, Kota Tidore Kepulauan, terasa berbeda. Lantunan zikir, gerak ritmis tradisi Dabus, dan kebersamaan lintas majelis menjadi satu dalam gelaran Dabus Akbar ke-5 yang digelar di Gedung Serbaguna Lingkungan 3, Sabtu malam hingga Ahad (18/4/2026).

Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, hadir langsung dan menyampaikan apresiasi tinggi kepada panitia serta seluruh elemen masyarakat yang terlibat. Ia menilai kegiatan ini bukan sekadar tradisi, melainkan cerminan hidupnya nilai-nilai agama dalam kehidupan sosial.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku Utara, kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia dan Majelis Zikir Al-Awwaliyah. Dinamika pengamalan nilai agama seperti ini menandakan bahwa agama menjadi bagian penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Sarbin dalam sambutannya.

Menurutnya, tradisi Dabus atau Taji Besi yang telah berkembang sejak era 1980-an hingga kini menunjukkan relasi kuat antara agama dan budaya. Relasi tersebut, kata dia, melahirkan peradaban yang terus tumbuh dan saling menguatkan.

“Maluku Kie Raha memiliki spirit kehidupan beragama yang luar biasa. Ini tidak lepas dari peran para joguru, kiai, dan ulama yang terus membimbing masyarakat. Kita berharap negeri ini menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” tambahnya.

Ketua Panitia, Taufik A. Kadir, menjelaskan bahwa Dabus Akbar ini telah digelar sejak 2021 dan tahun ini merupakan pelaksanaan yang kelima. Ia menekankan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah merawat tradisi sekaligus mempererat silaturahmi antar majelis zikir di Kota Tidore Kepulauan.

“Ini bukan hanya kegiatan seremonial. Ini ruang perjumpaan spiritual dan sosial bagi seluruh majelis zikir, agar hubungan persaudaraan tetap terjaga,” ungkap Taufik.

Dabus Akbar kali ini menghadirkan sejumlah majelis zikir dari berbagai kelurahan, di antaranya Majelis Dzikir Syaililah Soa Sio, Gurabunga, Dokiri, Tuguiha, Soa Dra, Jaya, dan Tomagoba, serta Majelis Zikir Al-Awwaliyah sebagai tuan rumah.

Dalam pelaksanaannya, Sarjono Haerudin bertindak sebagai Syekh atau Joguru, didampingi sejumlah tokoh seperti Imam Karim Husen, Abdurrahman Abubakar, Ahmad Jafar, Makan Kasim, Adam Ali, Arif Jadi, Suaib Umar, Ramli, dan Abubakar.

Sementara itu, Kepala Kelurahan Topo, Ade Bahtiar, menegaskan bahwa kegiatan ini mencerminkan kekuatan masyarakat yang bertumpu pada persatuan dan nilai spiritual.

“Kehadiran Wakil Gubernur, Asisten I Setda, Camat, hingga Ketua TP PKK Kecamatan menunjukkan bahwa pemerintah hadir dan berpihak pada penguatan kehidupan sosial keagamaan. Ini bukan sekadar seremoni, tetapi pernyataan bersama bahwa nilai agama adalah fondasi masyarakat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Asisten I Setda Kota Tidore Kepulauan, Rudy Ipaenin, yang mewakili Wali Kota. Ia menyebut kegiatan Dabus Akbar menjadi momentum penting dalam memperkuat ketakwaan sekaligus menjaga persatuan.

“Dabus Akbar ini semakin memperkuat keimanan kita kepada Allah SWT. Mari terus kita pelihara persatuan dan kesatuan sebagai kekuatan utama masyarakat Tidore,” kata Rudy.

Di tengah arus modernisasi, Dabus Akbar di Topo menjadi penegas bahwa tradisi, agama, dan kebersamaan masih menjadi denyut utama kehidupan masyarakat. Sebuah harmoni yang tak hanya dirawat, tetapi juga diwariskan.(@b)

No More Posts Available.

No more pages to load.