Pemkot Tidore Pantau Penerapan Perwali Pembatasan Aktivitas Hari Jumat

oleh -347 Dilihat
oleh

TIDORE – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan terus memantau penerapan Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang pembatasan aktivitas pada hari Jumat.
Pemantauan memasuki pekan kedua penerapan kebijakan tersebut. Monitoring dilakukan oleh para Asisten Sekda, Staf Ahli Wali Kota, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, dengan koordinator Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Taher Husain.
Taher mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan di sejumlah titik, masyarakat secara umum telah mengetahui kebijakan tersebut dan mulai menaatinya.
“Untuk informasi terkait Perwali itu masyarakat sebenarnya sudah rata-rata mengetahui. Cuma ada beberapa titik, khususnya pasar,” kata Taher.
Menurut dia, kondisi yang masih terlihat cukup ramai berada di kawasan pasar, terutama lapak-lapak yang berada di bagian luar.
Pemerintah daerah, kata Taher, telah memberikan pemahaman kepada para pedagang mengenai penerapan kebijakan tersebut. Pemantauan akan dilakukan selama empat minggu sebagai bahan evaluasi sebelum pemerintah menentukan langkah selanjutnya.
“Kita memberikan ikhtiar kepada seluruh pedagang bahwa kita akan melakukan pemantauan selama empat minggu. Untuk empat minggu ke depan maka kita akan melakukan evaluasi, sehingga kita akan mencoba memberikan alternatif yang lain,” ujarnya.
Taher menambahkan, apabila selama masa pemantauan tersebut para pedagang telah menaati aturan yang telah disepakati, maka kebijakan pembatasan aktivitas tersebut akan tetap dilanjutkan.
“Tapi kalau selama empat minggu ke depan ini sudah taat, sudah mengikuti aturan yang sudah disepakati maka ini tetap berjalan,” jelasnya.
Sementara itu, kondisi di sejumlah titik lainnya seperti pelabuhan, pertokoan dan gerai-gerai dinilai cukup kondusif. Aktivitas masyarakat di lokasi tersebut mulai menyesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.
“Untuk pertokoan, gerai-gerai alhamdulillah sudah bisa, mereka yang kemarin itu malah jam sepuluh sudah tutup. Sementara terminal sudah kosong,” kata Taher.
Selain aktivitas perdagangan dan transportasi, Pemkot Tidore juga akan melakukan koordinasi lebih lanjut terkait penerapan kebijakan pada sektor kesehatan.
Hal ini berkaitan dengan pelayanan rumah sakit yang tetap membutuhkan pengaturan khusus, mengingat hari Sabtu merupakan hari libur.
Taher mengatakan, koordinasi diperlukan agar penerapan pembatasan aktivitas tetap berjalan tanpa mengganggu pelayanan kesehatan kepada masyarakat. (@b)

No More Posts Available.

No more pages to load.