Sekprov Malut : Potensi Pertanian di Maluku Utara Sangat Besar 

oleh -859 Dilihat
oleh

SOFIFI – Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara (Malut) Samsuddin A Kadir menyebut bahwa potensi sumber daya alam sektor pertanian diwilayahnya sangat berlimpah.

 

“Potensi Pertanian di Maluku Utara sangat besar, apalagi terbuka juga peluang pasar,”ujar Samsuddin usai membuka acara rapat evaluasi kegiatan Distan Malut, di Ternate, Rabu (8/12/2021).

 

Terkait dengan sektor mana yang akan menjadi prioritas peningkatan nanti dihitung oleh Dinas teknis, dan hal ini Dinas Pertanian.

 

Mantan Pj Bupati Pulau Morotai ini menyampaikan, pertanian ini memiliki produk turunannya sangat banyak, untuk itu ia pikir rapat yang dihadiri oleh kabupaten/kota itu sangat penting.

 

“Kita bisa sinkronisasi kegiatan sehingga nanti tahun 2022 bisa menjadi lebih baik dari tahun 2021,”jelas mantan Kepala Bappeda Malut ini

 

Samsuddin menjelaskan, terkait dengan jumlah produksi yang masih minim, pihaknya akan memberikan stimulasi seperti bibit, pakan, pupuk, pestisida itu agar produksinya semakin meningkat termasuk kualitas produk.

 

“Saya pikir sangat penting kita melakukan intervensi sektor pertanian karena sebagian besar penduduk kita kan petani, jika kota melakukan intervensi dengan baik maka dapat mendorong kesejahteraan masyarakat,”bebernya

 

Ia mengilustrasikan ada dua jenis pasar yakni pasar lama dan pasar baru (sektor pertambangan), namun Maluku Utara sendiri belum swasembada di sektor pertanian bahan pokok makanan, namun hanya swasembada singkong.

 

Sementara produk tersebut, masih harus didatangkan dari luar, begitu juga soal kualitas hasil pertanian, meskipun ada yang berkualitas tapi mereka tidak mengakui lantaran khawatir harganya jatuh jika disebut hasil pertanian lokal.

 

“Tapi kalau kit sudah bisa meningkatkan kualitas yang merata pasti orang tidak malu mengakui bahwa bawang dari Jailolo, Tomat dari Tidore, sehingga terlihat,”jelasnya

 

“Sehingga ini perlu intervensi semua pihak dalam rangka mendorong pertanian sejahtera serta mewujudkan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara,”tandas Samsuddin A Kadir

 

Kendala Sulit Swasembada Beras

 

Sementara itu, Kadis Pertanian Malut, Nurjannah Ali menyampaikan bahwa Malut memiliki komoditas perkebunan yang lebih besar luasannya jika dibandingkan dengan tanaman pangan karena sudah diusahakan sejak zaman turun temurun

 

Ia mengakui bahwa saat ini Maluku Utara masih kekurangan beras dan harus mendatangkan dari luar daerah. Lalu bagaimana untuk menjawab itu, pihaknya hanya punya lahan sawah 15 ribu hektare.

 

“kita berupaya dari jumlah itu kita bisa tanam 3-4 kali, dari yang saat ini hanya 1-2 kali tanam. Kami berharap petani kita bisa 3-4 kali tanam padi dalam satu tahun,”katanya

 

Menurut dia, hal itu dapat diwujudkan jika irigasinya baik, sementara saat ini masih kurang. Irigasi sendiri merupakan kewenangan Dinas PUPR untuk membangun. Untuk itu kata Nurjannah, kolaborasi antar OPD ini sangat diperlukan karena menyangkut dengan tugas dan kewenangan yang sejalan.

 

Dinas Pertanian tugasnya mengawasi penanaman, Dinas Perindag mencari pasar, dan infrastruktur harus dari PUPR seperti jaringan irigasi primer, tersier, dan bendungan.

 

“Bagaimana air mau mengalir kalau tidak ada bendungan, jadi ini harus ada kolaborasi beberapa OPD baru tadi beras kita tidak ambil dari luar,”jelasnya.

 

“Kalau empat kali tanam kita tidak ambil dari luar hanya saja posisi lahan sedikit, infrastruktur belum terbentuk sempurna. Karena kalau hany berharap hujan hanya di bulan tertentu, “pungkasnya (Adi)

No More Posts Available.

No more pages to load.