DOIN CUP XII – 2026 dan Masa Depan Olahraga Kepulauan Sula.

oleh -131 Dilihat
oleh

Oleh: Risman Tidore: Sekretaris PSSI Tidore Kepulauan

“Juara tidak dibuat di arena. Juara dibuat dari sesuatu yang ada di dalam diri mereka: hasrat, impian, dan visi.” – Muhammad Ali

Setelah sukses menyelenggarakan tournamen Volleyball Dofa Indah atau DOIN CUP yang ke XI Tahun 2025 level regional (Sula-Taliabu) kategori putra dan putri di berbagai level Komunitas, Tahun ini (2026) Panitia Tournamen bergengsi tersebut kembali menyuguhkan kompetisi berlabel DOIN CUP edisi ke XII Tahun 2026.

Dalam satu dekade terakhir sejak digelar pada tahun 2014, Penyelenggara DOIN CUP menunjukkan peningkatan performa yang menjanjikan, perhatian terbesar justru datang bukan dari medan pertandingan, melainkan dari perhatian dan dukungan yang masih sangat hangat dari kalangan masyarakat setempat.

Jika dibandingkan dengan penyelenggaraan ditahun sebelumnya, event DOIN CUP terusnmendapatkan tempat yang layak dalam ekosistem olahraga di level lokal, baik dari segi media, sponsor, infrastruktur, maupun pembinaan baik jangka menengah hingga jangka panjang. ditinjau dari perspektif sport science dan potensi geografis antara dia wilayah administrasi kabupaten Kepulauan Sula dan Kabupaten Pulau Taliabu yang akrab dan harmonis terhubung melalui selat Capalulu, disinilah point penting keunggulan strategis yang mewarnai event DOIN CUP dari tahun ke tahun kompetisi.

Meski belum menyentuh popularitas dilevel nasional, event DOIN Cup justru lebih berprestasi di level lokal, dengan pencapaian peningkatan partisipasi tim, hingga mendapatkan perhatian dari tim pencari bakat dilevel Pro Liga Putri seperti Jakarta Livin’ Mandiri yang merupakan klub bola voli putri profesional Indonesia asal DKI Jakarta yang didirikan oleh Bank Mandiri dan ikut serta dalam kompetisi resmi Proliga sejak tahun 2024.

Hal ini terjadi karena konsistensi penyelenggaraan event yang kompetitif, biaya pembinaan yang maksimal, iklim lokal dan relasi sosial yang mendukung sepanjang tahun, dan yang lebih penting adalah peluang kompetisi untuk melahirkan generasi atlit profesional lebih terbuka dan tentunya didukung oleh infrastruktur yang memadai demi keberlangsungan event dan regenerasi.

Sebab kompetisi DOIN CUP merupakan satu-satunya event lokal bidang olahraga yang konsisten digelar setiap tahun dan diikuti oleh atlet-atlet terbaik perwakilan dari berbagai latar, pelajar, komunitas dan desa di Kabupaten Kepulauan sula dan Kabupaten pulau Taliabu. Dan di arena (lapangan) Selat Capalulu, masing-masing atlet menunjukan kepiawainnya dengan saling berkompetisi untuk meraih prestasi menjadi yang terbaik.

Karena sudah menjadi “program” olahraga tahunan, pasca sukses menyelenggarakan Event yang ke XI pada tahun 2025, kompetisi bergengsi yang menjadi laboratorium pencetak generasi olahraga yang berdaya-saing, tak hanya sekedar menyuguhkan pertandingan yang syarat gengsi tapi DOIN Cup juga potensial menawarkan olahraga yang bertajuk wisata bahari atau sport tourism karna lokasinya berada ditengah Selat Capalulu bercorak kan view ke pulau Taliabu.

Lebih jauh lagi, potensi geografis antara Kepulauan sula dan Taliabu yang memiliki luas perairan selat Capalulu sepanjang 2000 meter (2 Km) dengan area koridor arus yang luas, potensi ini seharusnya menjadi modal utama dalam pengembangan event bertajuk sport tourism.

DOIN CUP menyajikan peluang besar untuk menjadikan setiap tempat dan pantai sebagai arena pembinaan sekaligus kompetisi. Ini bukan hanya soal fasilitas, tapi juga soal identitas. Bola Voli bisa menjadi cabang olahraga yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga mencerminkan karakter kepulauan Indonesia yang terbuka, dinamis, dan adaptif terhadap alam sekitar.

Sayangnya, hingga kini potensi ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Fasilitas latihan bola voli masih sangat terbatas di berbagai tempat, pelatih berlisensi pun belum merata. Program pembinaan di daerah-daerah pesisir jarang menyentuh cabang ini secara sistematis. Dalam hal ini, perlu ada kesadaran kolektif dari pemerintah, federasi, pemerhati olahraga, dan pelaku industri olahraga untuk membangun roadmap pengembangan olahraga bola voli tingkat lokal yang berbasis sport science maupun sport tourism dengan memanfaatkan kekayaan geografis yang dimiliki daerah secara maksimal.

Jika pengembangan dilakukan secara strategis dan berbasis sport tourism, olahraga bola voli bisa menjadi cabang olahraga unggulan lokal dan nasional, bukan hanya karena prestasi, tetapi juga karena keunikannya yang sesuai dengan konteks budaya dan kondisi alam negeri ini. Maka sudah saatnya bola voli tidak lagi dipandang sebagai olahraga pelengkap, tetapi sebagai kekuatan utama dalam peta olahraga nasional.

Sekalipun Arena Selat Capalulu kini menjadi pusat event sekaligus titik (batas) geografis, akan tetapi perairan Selat Capalulu akan terus mengalir memberi inspirasi bagi setiap generasi untuk “bisa melihat” bahwa, secara keseluruhan Sula dan Taliabu telah dibangun atas fondasi peradaban kultural dan modernitas yang sama.

Sebagaimana filosofi negeri senapan dengan sebutan “Hai Kau Gatel”, yang bertahun-tahun menjadi simbol kekuatan historis negeri kepulauan (sulabesi, mangoli dan Taliabu) yang terbentuk sebagai satu kesatuan yang tak terpisahkan dan hingga kini tergambar dengan jelas dan abadi dipermukaan bumi (peta dunia).

Sama halnya dengan event bergengsi “DOIN CUP” yang eksis tanpa jeda, terus menyajikan kompetisi secara konsisten, kompetitif dan berkelanjutan, menjajaki optimisme dan ikhtiar guna melahirkan generasi atlit profesional dan berdaya saing dilevel tertinggi sebagaimana visi tujuan pembangunan nasional, yakni meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Maka, melalui event tersebut, kedepannya Sula akan memiliki generasi muda yang memiliki SDM berkualitas secara fisik dan mental.

Selamat dan sukses penyelenggaraan event DOIN CUP XII Tahun 2026.

No More Posts Available.

No more pages to load.