Perayaan Pesta Panen HKBP Gereja Panipahan Di Penghujung tahun 2019

ROKAN HILIR – Upaya untuk memanjatkan rasa syukur, para petani menggelar Pesta Gotilon (panen) di tahun ini, semua masyarakat Batak Panipahan Jemaat Gereja HKBP Panipahan yang ada Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir Riau  dihadirkan dan sekalugus mereka memberikan persembahan sebagai ucapan syukur atas hasil panen mereka selama satu tahun terakhir. Hal itu disampaikan ketua Panitia Opong Juli kepada media ini, Minggu, (10/11/2019).

“Kegiatan yang berlangsung di Aula HKBP gereja Panipahan di penghujung tahun ini, 2019 banyak terdengar dilaksanakan dengan istilah ‘Pesta Gotilon’ yang dilakukan oleh orang Batak,” kata Opong.

Tak hanya itu, kegiatan pesta yang digelar di gereja tersebut, mereka memberikan persembahan kepada Tuhan. “Pesta Gotilon ini, menurut Kamus Batak Toba Indonesia, gotilon berarti panen, yang berasal dari kata ‘gotil’ (mencubit),” jelasnya.

“Mungkin saat musim panen dahulu kala, masyarakat Batak belum mempunyai alat anai-anai yang jika dipakai memang persis seperti orang sedang mencubit atau manggotil,” jelasnya menambahkan.

Dikatakanya, tradisi gereja Batak, seperti HKBP, Pesta Gotilon sudah dilembagakan dan dilaksanakan setahun sekali. Dalam pesta tersebut, datang satu per satu jemaat ke altar untuk menyampaikan persembahan dengan diiringi gondang dan tortor, tentu dengan memakai ulos.

Lanjutnya, tradisi pesta Gotilon Huria yang dilaksanakan oleh Gereja HKBP adalah kesadaran akan berbagai pemberian yang baik dan anugerah yang sempurna semata-mata bersumber dari Tuhan.

“Dengan dasar itulah kita disadarkan untuk memberikan yang terbaik kepada Tuhan,” tuturnya.

Selain itu, Siregar sapaan akrab Opang, juga mengatakan, persembahan dalam Pesta Gotilon ini tidak harus dimaknai sebuah kewajiban. “Bisa saja di jadi kan yang paling wajib, atau Persembahan lebih merupakan wujud/ekspresi dari hati yang bersyukur atas kasih Allah yang melimpah,” ujarnya.

Dirinya juga sedikit menyentil terkait dengan masa lalu acara ini, bahwa hampir semua masyarakat Batak adalah petani, persembahan dalam Pesta Gotilon ini berupa hasil  Mereka dalam setahun  seperti berbagai pengusaha klas papan atas maupun kelas menegah kebawah dan sebagainya.

“Namun, di zaman yang telah berkembang ini, supaya lebih praktis, persembahan biasanya kini dalam bentuk uang sebagai mana kita lihat acara pada hari ini,” sebut Siregar disela-sela acara berlangsung. (MM)

114 View



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *