Terkait Virus Corona, RSUD Ternate Siapkan Dua Ruang Isolasi

oleh -1366 Dilihat
oleh

TERNATE – Dalam rangka mengantisipasi penyebaran Virus Corona, Rumah Sakit Umun Daerah (RSUD) Chasan Boesoeri Ternate yang merupakan salah satu rumah sakit rujukan di Provinsi Maluku Utara dari 10 Kabupaten Kota ini, telah menyediakan dua ruang isolasi dan berbagai peralatan. Diantaranya berupa alat tempat tidur pasien, tabung oksigen, pasien monitor, syringe infus pump, mobile x-ray, ventilator, inkubator, dan APD lengkap. Hal ini dikatakan Direktur Chasan Boesoeri Ternate dr. Syamsul Bahri, SpOG ketika ditemui awak media saat di ruang isolasi RSU Ternate, Minggu (02/01/2020).

Dikatakannya, bahwa untuk mengantisipasi penyebaran virus corona, pihaknya sudah menyediakan di ruang isolasi. “Saya sudah siapkan seluruh peralatan, selain itu kami juga punya tim yang diketuai oleh dokter spesialis baru dr. Dwi Handiko, SpP,” ucapnya.

Tetapi, kata Syamsul, untuk penyampaian atau informasi ke masyarakat memang kami terbatas khusus untuk lingkungan rumah sakit, hal ini karena kami membagi diri untuk masyarakat umum yang di luar akan langsung ditangani oleh Dinas Kesehatan dalam hal ini tim surveillance nya.

Selain itu, kata nya juga, pihaknya telah menyediakan empat ruang isolasi yang dibagi untuk ruang rawat sebanyak dua ruangan, kemudian dua ruang untuk petugas dengan peralatan. “Untuk ruangan yang disediakan ini kalau di optimalkan dalam satu ruang itu bisa menampung sampe tiga pasien,” tuturnya.

Dijelaskan, ruangan isolasi ini digunakan kalau memang pasien yang sudah diidentifikasi atau rujukan dari kabupaten kota. Maka dari kesepakatan kami itu nanti akan dipakai jalur tersendiri, jadi sistem emergency nya sudah langsung ada di dalam ruang isolasi ini.

“Tetapi, kalau pasien umum atau pasien-pasien yang datang sendiri tanpa ini dengan gangguan saluran pernapasan atau penemoni, itu biasanya melewati unit gawat darurat. Nantinya, dokter kami setelah melakukan pemeriksaan dan lain lain kalau terindikasi untuk dilakukan diisolasi baru akan di geser ke sini,” terangnya.

Dijelaskan juga, pihaknya telah memasang himbauan-himbauan di beberapa tempat terkait pesan yang berkaitan dengan Corona Virus. Selain itu, pihaknya juga sudah pasang alur yang satu di depan, sementara pemasangan alur ini dasarnya adalah yang dikeluarkan oleh perhimpunan dokter. “Kemudian, kami sudah secara nasional kami pasang didepan ruang isolasi dan di UGD dengan tujuan untuk mempercepat Informasi kepada petugas maupun kepada masyarakat,” ucapnya.

Sementara, Dwi Handiko selaku ketua Tim penaganan Virus Corona menyarankan agar di Maluku Utara tidak perlu terlalu panik. “Mengingat dalam kondidi seperti ini khusus ada riwayat perjalanan jadi manakala warga kita ada batuk pilek ya tidak apa apa silakan berobat tetapi jangan terlalu takut berlebihan bahwa saya ini kena virus seperti itu, insyaallah masih belum,” pungkasnya.

Menurutnya, penyakit virus corona ini sebetulnya sama dengan penyakit pada umumnya, seperti pilek, demam ada batu dan sesak napas. Tetapi hanya membedakan bahwa di corona virus ini ada riwayat perjalanan atau orang Indonesia yang bepergian ke Cina kemudian kembali lagi ke Indonesia itu patut dicurigai bahwa yang bersangkutan terinfeksi virus corona.

Oleh karena itu, apabila ada masyarakat yang baru bepergian atau ada tenaga kerja yang dari Cina yang merasa mengalami gejala gejala tadi patut untuk di observasi manakala memang itu gejala ada sampe dengan sesak nafas batuk segeralah di periksakan ke rumah sakit terdekat.

“Ya jadi memang mesti ada riwayat perjalanan atau ada kontak dari orang yang memang bener terbukti corona virus,” (MS)

No More Posts Available.

No more pages to load.